Tiga Kali Berturut Didanai, BEM FP UMY Kuatkan Komitmen Pengabdian di Desa Bugel

Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sanggar Tani Muda
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari PPK ORMAWA BEM FP UMY 2025 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Desa Bugel kembali menjadi titik awal semangat pengabdian mahasiswa. Pada Sabtu (23/7/25), Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) dari BEM Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar kegiatan sosialisasi program di rumah Kepala Dukuh, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah awal kolaborasi yang telah memasuki tahun ketiganya, menandai keberlanjutan dan kepercayaan pendanaan yang terus diberikan kepada BEM FP UMY untuk berkarya dan mengabdi di masyarakat.
Dipandu oleh Mey sebagai Master of Ceremony, acara berlangsung dengan hangat dan penuh semangat. Hadir dalam kegiatan ini berbagai tokoh penting masyarakat Desa Bugel, di antaranya Pemerintah Desa, Kepala Padukuhan Bugel, Petani Millenial, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan Ketua Karang Taruna, serta puluhan warga lainnya. Tak ketinggalan, 17 orang Tim Pelaksana PPK Ormawa BEM FP UMY juga turut meramaikan kegiatan.
Dalam sambutannya, Bapak Sunarto mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi sekaligus harapan.
“Kami menyambut baik kehadiran teman-teman mahasiswa. Semoga program yang dijalankan tahun ini bisa membawa manfaat yang lebih luas bagi warga, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Sorotan utama kegiatan ini adalah pemaparan oleh Ketua Tim Pelaksana, Muhammad Alfahrizi Dwindra. Alfa menyampaikan bahwa program tahun ini mengusung tema "Sanggar Tani Muda" sebuah inisiatif yang dirancang sebagai wadah pembelajaran pertanian bagi pemuda desa.
“Sanggar Tani Muda bukan hanya tempat belajar, tapi juga ruang untuk berinovasi. Akan ada pembangunan Green House, Inovasi Hidroponik Sistem Machida, produk olahan komoditas unggulan, dan pemasaran produk. Semua ini kami rancang berdasarkan diskusi mendalam bersama masyarakat,” jelas Alfa.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program, termasuk menyampaikan total dana hibah yang diterima, peruntukannya, dan batasan penggunaannya.
Selanjutnya, tim juga mempersembahkan sebuah video kilas balik program-program PPK Ormawa BEM FP UMY yang telah dilaksanakan di Desa Bugel pada tahun sebelumnya. Dalam video tersebut, ditampilkan dokumentasi kegiatan sebelumnya mulai dari pembangunan sarana pertanian, pelatihan-pelatihan smart farming, hingga testimoni dari warga yang telah merasakan dampak langsung dari program.
Lebih dari sekadar menyampaikan informasi, sosialisasi ini menjadi jembatan untuk menyatukan visi antara tim PPK Ormawa BEM FP UMY dan masyarakat desa.
“Kami ingin memastikan bahwa program ini sejalan dengan kebutuhan dan harapan warga. Karena bagi kami, pengabdian bukan sekadar menjalankan agenda, tapi membangun hubungan,” tutup alfa.
Dengan keberlanjutan program hingga tahun ketiga, PPK Ormawa BEM FP UMY membuktikan komitmennya untuk terus hadir, tumbuh, dan mengakar bersama masyarakat Desa Bugel. Harapannya, Sanggar Tani Muda menjadi titik temu antara tradisi dan inovasi dalam pertanian, serta ruang regenerasi petani muda di masa depan.
