Belajar Tari Sufi, Bagian Pembinaan Kepribadian Anak Binaan LPKA Klas I Kutoarjo

Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Kutoarjo merupakan salah satu satuan kerja dibawah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Tulisan dari LPKA Klas 1 Kutoarjo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
KUTOARJO. Selasa (22/11) Tarian dari Turki ini bahkan berhasil dikenal dunia sebagai salah satu kesenian yang memiliki makna mendalam dari setiap gerakannya. Tarian Sufi ini berasal dari negara Turki pada abad ke 13.

LPKA Klas I Kutoarjo melalui PKBI Jawa Tengah yang bertindak sebagai fasilitator memberikan latihan tari sufi, yang dikolaborasikan dengan iringan hadroh. Dilaksanakan di aula wisma LPKA Klas I Kutoarjo, berlangsung mulai pukul 13.00 WIB.
Tari Sufi itu sendiri memiliki keunikan saat ditampilkan, yang cukup berbeda dengan tarian pada umumnya. Adapun yang menjadi keunikannya yaitu :
1. Busana
Busana dalam tarian Sufi ini tentu menjadi ciri khas yang unik dalam setiap pertunjukannya. Tari sufi menggunakan busana jubah panjang dengan satu warna senada membuat penari tampak elegan saat menari.
Adanya aksesoris yang disebut dengan Sikke yang berfungsi sebagai penutup kepala atau sebagai topi. Tentunya Sikke juga menjadi ciri khas dari tarian ini yang tidak dapat ditemukan pada jenis tarian lain.
2. Gerakan
Gerakan yang sama dengan cara berputar-putar yang membuat tarian sufi menjadi unik. Tari Sufi tidak menampilkan berbagai macam variasi gerakan namun, tarian ini dapat memberikan kesan luar biasa bagi pemirsa.
Anak Binaan LPKA Klas I Kutoarjo, nampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Meskipun memiliki gerakan yang berputar-putar, namun menurut Anak Binaan tarian ini masih asing dibandingkan dengan tarian pada umumnya yang memiliki gerakan yang bervariasi, sehingga Anak perlu beradaptasi terlebih dahulu. Ungkap Dwi Sukartiko, Petugas pengampu Subseksi Diklatker.**(AP)
