Dorong Pengasuhan, Pegawai LPKA Kutoarjo Dilatih Komunikasi Interpersonal

Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Kutoarjo merupakan salah satu satuan kerja dibawah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari LPKA Klas 1 Kutoarjo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
PURWOREJO. L'KITA NEWS. Dalam rangka meningkatkan kualitas pengasuhan dan pembinaan terhadap Anak Binaan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kutoarjo menggelar kegiatan Pelatihan Komunikasi Interpersonal bagi para pegawai, Kamis (19/06). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan mahasiswa magang dari Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR).

Bertempat di Ruang Pembinaan, kegiatan ini diikuti oleh 10 pegawai LPKA Kutoarjo, 6 mahasiswa magang UMPWR, serta 4 taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) yang sedang menjalani program magang dan KKN.
Hadir sebagai narasumber, Meriam Esterina, M.Psi., Psikolog, dosen Prodi Psikologi UMPWR, yang membawakan materi dengan tema "Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Wali dan Anak Binaan". Dalam penyampaian materinya, Meriam mengajak peserta memahami pentingnya peran wali asuh sebagai figur yang dapat menjadi โmagnetโ bagi Anak Binaanโyakni sosok yang mampu menarik perhatian, menjadi tempat yang nyaman, serta memberikan pengaruh positif dalam kehidupan anak-anak tersebut.
Komunikasi interpersonal dijelaskan sebagai bentuk komunikasi langsung, baik secara lisan maupun lewat ekspresi wajah dan bahasa tubuh. Meriam memaparkan bahwa komunikasi yang efektif antara wali dan Anak Binaan sangat penting untuk membangun hubungan yang saling percaya dan mendukung proses pembinaan.
"Wali asuh di LPKA sejatinya menjadi pengganti figur orang tua bagi Anak Binaan. Maka dari itu, penting bagi wali untuk bisa menjadi panutan sekaligus pendamping yang mendengarkan dan memahami anak dengan sepenuh hati," ujar Meriam.
Kepala LPKA Kutoarjo, Ahmad Fauzi, Bc.IP., S.Sos., M.H., melalui Kasi Pembinaan, Tanti Widiyanah, A.Md.IP., S.H., menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan komunikasi para pegawai yang memiliki peran sebagai wali anak.
"Komunikasi interpersonal yang baik adalah kunci untuk memahami perasaan dan kebutuhan Anak Binaan, serta memberikan bimbingan yang tepat bagi mereka," terang Tanti.
Melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan para pegawai dapat terus mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal, membangun hubungan yang lebih dekat dan hangat dengan Anak Binaan, serta menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, suportif, dan penuh empati demi mendukung tumbuh kembang mereka ke arah yang lebih baik. (LR)
