Konten dari Pengguna

LPKA Kutoarjo Sosialisasikan Bahaya Miras, Alkohol, Tato dan Tindik Anak Binaan

LPKA Klas 1 Kutoarjo

LPKA Klas 1 Kutoarjo

Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Kutoarjo merupakan salah satu satuan kerja dibawah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari LPKA Klas 1 Kutoarjo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PURWOREJO. L'KITA NEWS. Dalam rangka mendukung pembinaan kepribadian dan peningkatan kesadaran kesehatan bagi Anak Binaan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kutoarjo menggelar kegiatan sosialisasi mengenai "Bahaya Merokok dan Minuman Keras". Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan mahasiswa magang dari Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR), Jumat (30/05).

Dok Humas LPKA Kutoarjo
zoom-in-whitePerbesar
Dok Humas LPKA Kutoarjo

Acara yang digelar di Aula Sahardjo ini diikuti oleh 30 Anak Binaan dan dilaksanakan dengan pengawasan dari petugas pelaksana Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak (Bimkemas & PA). Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan interaktif yang menciptakan suasana komunikatif antara peserta dan pemateri. Selanjutnya, para mahasiswa memaparkan materi mengenai kandungan zat berbahaya dalam rokok serta dampak negatif dari konsumsi minuman keras, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial.

Melalui metode kelompok diskusi, para peserta juga diajak untuk lebih aktif mengenali dan memahami bahaya yang mungkin mereka hadapi apabila terjerumus dalam kebiasaan buruk tersebut. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif dan persuasif, sesuai dengan karakteristik remaja.

Kepala LPKA Kutoarjo, Ahmad Fauzi, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. "Kami menyambut baik inisiatif dan keterlibatan mahasiswa Psikologi UMPWR dalam memberikan edukasi kepada Anak Binaan. Kegiatan seperti ini sangat relevan dan bermanfaat dalam membantu mereka memahami risiko yang dapat merusak masa depan. Semoga ini menjadi bekal untuk memilih gaya hidup yang lebih sehat dan bertanggung jawab," terangnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada Anak Binaan mengenai risiko merokok dan minuman keras, serta Anak Binaan dapat memiliki wawasan baru serta kesadaran diri yang lebih kuat dalam menjauhi perilaku menyimpang, sebagai bagian dari proses pembinaan menuju kehidupan yang lebih baik. (LR)