kumparan
14 Nov 2018 11:02 WIB

HKN 2018: Puskesmas Tumbang Miri & Pencerah Nusantara Selenggarakan Deteksi Kanker Gratis

Pada hari Sabtu, 10 November 2018, Puskesmas Tumbang Miri dan Pencerah Nusantara Gunung Mas mengadakan penyuluhan dan deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan tes IVA gratis. Perayaan kali ini mengusung tema “Lindungi Rahim, Selamatkan Hari Tua Perempuan Borneo” sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-54.
ADVERTISEMENT
Puskesmas Tumbang Miri menjadi salah satu dari 17 Puskesmas yang ada di Kabupaten Gunung Mas yang pernah menyelenggarakan deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan tes IVA. Pemeriksaan tes IVA menjadi bentuk deteksi awal dengan mata telanjang dimana tenaga kesehatan memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5%. Acara ini diikuti oleh 268 orang yang berasal dari 11 desa dan 1 kelurahan, serta perempuan yang berasal dari berbagai institusi dan perusahaan di wilayah kerja puskesmas. Pada hari pelaksanaannya, 86 orang diantaranya bersedia melakukan pemeriksaan tes IVA. Selain tes IVA, masyarakat juga mendapat sosialisasi bahaya kanker serviks oleh dr. Ilham Utama Surya SpOG, alumnus Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia.
“Kegiatan tes IVA kali ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya wanita usia subur, dalam mendeteksi kanker serviks. Selain itu, melalui program ini masyarakat bisa langsung mengetahui hasilnya dan dapat segera ditangani jika hasil tes IVA mengindikasikan potensi kanker. Masyarakat harus tahu bahwa deteksi kanker serviks tidak mahal dan tentunya bisa dilakukan di puskesmas kapan saja”, ujar Ketua Acara, dr. Rizky Loviana Roza dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT
Di akhir acara, Kepala Puskesmas Tumbang Miri, dr. Rusni D Mahar, menyerahkan piagam penghargaan kepada narasumber dan menyatakan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan kesehatan yang merata bagi perempuan di Kecamatan Kahut.
“Hari ini banyak perempuan berbondong-bondong pergi ke Puskesmas untuk periksa Deteksi Dini Kanker Serviks walaupun sepanjang hari turun hujan. Saya terharu saat melihat perempuan-perempuan kehujanan naik klothok (alat transportasi jalur sungai berupa kapal kayu) menuju puskesmas. Rasanya upaya sosialisasi bahaya kanker serviks ini membuahkan hasil kesadaran masyarakat yang akhirnya mau memeriksakan diri ke puskesmas meski dalam keadaan belum sakit,” ujarnya.
Kanker serviks adalah sebuah penyakit tumor ganas di leher rahim yang dapat menyebar ke organ lain dan menyebabkan kematian. Menurut World Health Organization (WHO) setiap 2 menit, wanita di dunia meninggal karena kanker serviks. Di saat yang bersamaan, satu wanita di Indonesia meninggal setiap satu jam karena penyakit ini. Salah satu figur publik di Indonesia yang meninggal karena kanker serviks adalah penyanyi Julia Perez.
ADVERTISEMENT
Penulis: Brian Sahar Afifah (Bidan PN 6 Gunung Mas)
***
Pencerah Nusantara adalah program penguatan layanan kesehatan primer di daerah bermasalah kesehatan melalui pendampingan puskesmas oleh tim tenaga kesehatan muda pilihan dan berpengalaman dengan tujuan utama meningkatkan status kesehatan ibu dan anak di berbagai penjuru Indonesia. Program ini dikelola oleh Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI), transformasi lembaga dari Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs. Saat ini, Pencerah Nusantara terdaftar sebagai inisiatif masyarakat dalam platform online terbuka Track SDGs.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·