Bangkitnya Generasi Peneliti

Doktor Manajemen Pendidikan , Penulis Artikel dan Buku Pendidikan
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Waode Nurmuhaemin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai program unggulan Kementerian Agama, Kompetensi Sains Madrasah atau KSM yang diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2018 memperlihatkan perkembangan signifikan dalam segi kuantitas maupun kualitas. KSM yang ke-12 tahun ini dipercayakan kepada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai tuan rumah yang berhasil menyelenggarakan dengan sukses.
Tidak hanya mata pelajaran yang dilombakan, namun menariknya ada satu kegiatan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan yaitu Mayres atau merupakan kepanjangan dari Madrasah Young Researcher Camp. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat meneliti dari dini sekaligus sebagai pembibitan peneliti pada siswa-siswa madrasah.
Dipaparkan oleh salah seorang dewan juri Mayres Dr Anggoro dari BRIN yang sudah terlibat sejak KSM 2018 bahwa jumlah peserta dan penelitian yang masuk terus terjadi peningkatan signifikan tahun 2023 ini. Ada 7.000 lebih proposal penelitian yang masuk pada panitia Mayres tahun ini, sementara tahun lalu mencapai 9.000 proposal penelitian yang dikirimkan kepada panitia.
Ada tiga kategori bidang ilmu yang menjadi fokus Myres yaitu Iimu keagamaan Islam, sosial kemanusiaan, matematika-sains, dan pengembangan teknologi. Tentu saja hal ini menumbuhkan harapan di hati kita bahwa bibit-bibit peneliti unggul tersemai di madrasah seluruh Indonesia.
Dalam talk show yang merupakan bagian dari kegiatan Mayres tahun 2023, lebih lanjut Dr Anggoro memaparkan beberapa penelitian siswa-siswa madrasah yang bahkan menjadi juara di tingkat dunia. Penelitian yang dilakukan juga berbasis kejadian alam sehari-hari.
Misalnya saja kejadian wedhus gembel waktu peristiwa Gunung Merapi, menjadikan seorang peserta Myres beberapa tahun lalu itu mendapatkan ide serta melakukan penelitian menarik: ketika wedhus gembel terjadi menimbukan semacam mutasi tanaman baru yang belum pernah dia lihat. Satu per satu diteliti tanaman-tanaman itu hingga memunculkan satu penelitian menarik di bidang biologi.
Dan penelitian tersebut dibawa ke ajang penelitian International Young Inventor. Demikian juga penelitian siswa madrasah di Bantul yang meneliti kegunaan daun belimbing wuluh yang dapat menurunkan kadar kolesterol serta darah tinggi, mendapat juara di Asean Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair 2021.
Masih banyak penelitian lain yang berpotensi mengangkat nama Indonesia di dunia internasional. Tentu saja gairah dan antusiasme meneliti harus diciptakan di sekolah sebagai tempat mereka belajar sehari-hari. Pemerintah perlu memiliki program-program penelitian di sekolah-sekolah menengah yaitu SMP dan SMA.
Organisasi siswa intra sekolah atau OSIS bisa membentuk satu wadah khusus untuk siswa-siswa yang berminat untuk menjadi peneliti atau mendirikan satu unit sendiri seperti organisasi siswa pencinta alam. Sekolah bisa mengucurkan dana dari dana BOS setiap tahun untuk mendanai projek-projek penelitian siswa dengan melibatkan guru mata pelajaran sebagai mentor.
Iklim meneliti perlu terus dijaga. Bukan hanya sekadar untuk mengikuti lomba yang bersifat musiman saja, namun lebih dari itu untuk menyemai bibit-bibit unggul peneliti yang idenya bisa didapatkan setiap hari di lingkungan akademik sekolah.
Sekolah juga bisa berkolaborasi dengan kampus untuk menjadi penasihat akademik dalam menjalankan program penelitian di sekolah, sehingga akan diperoleh peluang-peluang untuk memperluas jangkauan penelitian serta bisa memakai fasilitas penelitian di kampus yang tentu saja lebih lengkap dan beraneka ragam.
Sekolah juga bisa memfasilitasi siswa untuk magang di pusat-pusat penelitian seperti misalnya memiliki program-program pembibitan peneliti belia atau pengembangan peneliti muda usia sekolah menengah.
Program Myres Kementerian Agama menjadi wadah pembibitan peneliti-peneliti muda yang unggul yang memiliki akhlak dan nilai spiritual yang baik yang tentu saja diharapkan akan menghasilkan peneliti yang berotak "Jerman" dan berakhlak "Makkah".
Tanpa nilai-nilai spritual, seorang peneliti akan mudah terjerembab ke dalam doktrin sains yang hanya mendewakan akal. Myres ikut menjembatani penciptaan ilmuwan yang kaya akan nilai-nilai keagamaan. Menjadi jembatan ilmu, sains dan juga tanpa meninggalkan sisi-sisi spiritual ilmuwan skala dunia.
Talenta-talenta generasi muda di bidang penelitian harus didukung untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Negara-negara maju, menjadikan penelitian sebagai salah satu industri strategis penopang perekonomian mereka. Semoga ke depan, sekolah, kampus, dan industri di Indonesia bisa berkolaborasi dan bersinergi sehingga bisa memberi dampak signifikan dalam kemajuan negara.
