Apa Arti Tabayyun? Ini Definisi, Dalil, dan Cara Tabayyun

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti tabayyun penting untuk dipahami umat Islam, pasalnya ini berkaitan dengan pertukaran informasi. Seperti yang sudah diketahui, arus informasi di era teknologi seperti sekarang sangat sulit dibendung.
Ada informasi yang benar, ada pula yang keliru. Oleh karena itu, tabayyun sangat dibutuhkan. Lantas, apa arti tabayyun? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.
Pengertian Tabayyun
Mengutip buku Etika Komunikasi di Media Sosial yang ditulis Yalizar Rahayu, tabayyun berasal dari kata tabayyana-yatabayyanuu-tabayyanan yang bermakna mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya.
Tabayyun secara sederhana berarti mengklarifikasi sebuah informasi sebelum percaya terhadap informasi tersebut. Hal ini perlu dilakukan sebab ada banyak berita hoax di era digital ini.
Penerimaan ataupun penyampaian berita tanpa tabayyun sebelumnya akan merugikan pihak yang terkait dengan berita itu. Pihak yang diberitakan bisa saja menjadi tercemar nama baiknya atau terfitnah atas berita hoax yang disampaikan.
Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Berita Hoax beserta Dampaknya
Dalil Tabayyun dalam Al-Quran
Allah Swt. dalam Al-Quran secara eksplisit memerintahkan hamba-Nya untuk cerdas dalam memahami dan merespons berita. Perintah tabayyun ini tertuang dalam surah Al-Hujurat ayat 6.
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنۡ جَآءَكُمۡ فَاسِقٌ ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوۡۤا اَنۡ تُصِيۡبُوۡا قَوۡمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصۡبِحُوۡا عَلٰى مَا فَعَلۡتُمۡ نٰدِمِيۡ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu. (Q.S. Al-Hujurat 49:6).
Orang fasik adalah orang yang berbuat durhaka, melanggar janji, serta keluar dari jalan hidayah, rahmat, dan ampunan-Nya.
Penyebab turunnya ayat di atas adalah ketika Rasulullah saw. mengajak seseorang yang bernama Al Harits untuk masuk Islam. Al Harits pun menyatakan diri masuk Islam dan pulang kepada kaumnya untuk mengajak mereka masuk agama Islam.
Pada saat itu juga, Rasulullah saw. mengajak untuk menunaikan zakat yang disepakati oleh Al Harits. Ketika waktu telah tiba, Rasulullah saw. mengutus seseorang bernama Al Walid bin Uqbah untuk mengambil zakat yang telah di janjikan.
Namun, di dalam perjalanan hati Al Walid bin Uqban menjadi gentar dan kembali ke Rasulullah saw. tanpa menemui Al Harits. Ketika kembali, ia mengarang cerita bahwa Al Harits tidak mau menyerahkan zakat dan mengancam membunuhnya.
Mendengar cerita tersebut, Rasulullah saw. mengutus utusannya untuk datang kepada Al Harits. Namun ternyata utusan itu bertemu Al Harits ditengah-tengah perjalanan yang sedang menuju ke tempat Rasul dengan membawa zakat yang telah di janjikan.
Setelah bertemu Rasulullah Al Harits menceritakan yang sebenarnya. Kemudian turunlah QS Al Hujurat ayat 6 sebagai sebuah peringatan bagi umat muslim agar selalu bertabayyun dalam menghadapi informasi yang terdengar oleh telinga kita.
Cara Bertabayyun dalam Islam
Dalam kajian penelitian yang diterbitkan Universitas Islam Negeri Alauddin, ada enam metode atau tata cara bertabayyun atau tabayun, yaitu:
Mengembalikan permasalahan kepada Allah Swt., Rasul dan orang yang pandai.
Bertanya atau berdiskusi dengan orang yang menjadi objek dalam masalah tersebut.
Memusatkan perhatian dengan baik, merujuk kembali permasalahan jika ternyata belum jelas.
Mengambil pengalaman dan perhatian selama menjalin kehidupan dan pergaulan.
Mempertemukan dua pihak yang bertikai bila menghukum dan mengadili.
Mendengarkan secara langsung dari orang yang menjadi objek lebih dari satu kali antara waktu yang lama.
Nah, itulah penjelasan mengenai tabayyun hingga cara bertabayyun yang benar. Semoga bermanfaat, ya!
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Bagaimana cara bertabayyun yang benar?

Bagaimana cara bertabayyun yang benar?
Mengembalikan permasalahan kepada Allah Swt., Rasul dan orang yang pandai.
Apa dalil tentang tabayyun?

Apa dalil tentang tabayyun?
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu. (Q.S. Al-Hujurat 49:6).
Apa dampak dari tidak bertabayyun?

Apa dampak dari tidak bertabayyun?
Penerimaan ataupun penyampaian berita tanpa tabayyun sebelumnya akan merugikan pihak yang terkait dengan berita itu. Pihak yang diberitakan bisa saja menjadi tercemar nama baiknya atau terfitnah atas berita hoax yang disampaikan.
