Apa itu Open Source? Ini Kelebihan dan Kekurangannya dalam Pemrograman

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu open source? Open source merupakan model pengembangan perangkat lunak yang sumbernya tersedia untuk umum. Hal ini memungkinkan siapa saja bisa melihat, mengedit, dan mendistribusikannya.
Umumnya, open source dikembangkan secara kolaboratif oleh komunitas pengembang tertentu. Memahami kelebihan dan kekurangan open source sangat penting, terutama jika sering berkutat pada aplikasi pemrograman.
Apa itu Open Source?
Apa itu open source? Mengutip buku Pengantar Open Source dan Aplikasi oleh Rusmanto (2020), open source adalah program yang pembuatnya memberi izin kepada pengguna untuk menjalankan program tersebut untuk apa saja.
Pengguna juga dapat mempelajari, memodifikasi, dan menyebarluaskan salinan program asli atau program yang sudah diubah. Adapun kelebihan dan kekurangan dari open source antara lain:
1. Kelebihan Open Source
Inilah sejumlah kelebihan open source dalam pemrograman:
Hemat Biaya: Pengguna dapat mengunduh, memakai, dan memodifikasi software tanpa membayar biaya lisensi.
Keamanan Lebih Baik: Dikarenakan kode sumbernya terbuka, banyak pengembang yang bisa menemukan atau memperbaiki bug untuk menunjang keamanan lebih cepat.
Memudahkan Kustomisasi: Pengguna dapat menyesuaikan modifikasi software sesuai kebutuhannya.
Komunitas yang Besar dan Aktif: Ada banyak komunitas global yang mendukung dan siap membantu melalui forum, tutorial, dokumentasi, dan lainnya.
2. Kekurangan Open Source
Selain memiliki kelebihan, open source juga mempunyai kekurangan, di antaranya sebagai berikut:
Kurangnya Dukungan Resmi: Tidak semua open source memperolah dukungan dari pelanggan resmi, sehingga pemecahan masalah tergantung pada komunitas.
Tidak Selalu Ramah Pengguna: Beberapa software open source mempunyai interface yang kurang enak digunakan jika dibandingkan dengan software berbayar.
Butuh Keahlian Teknis: Jika ingin memodifikasi software open source, umumnya dibutuhkan keterampilan teknis yang tinggi.
Tidak Ada Jaminan Perkembangan Jangka Panjang: Proyek open source berpotensi ditinggalkan jika pengembangnya tidak lagi aktif.
Contoh Open Source
Open source sangat mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contohnya yakni sebagai berikut:
1. Linux
Linux adalah software open source yang paling populer. Software ini cukup fleksibel dan bisa diakses oleh siapa saja, sehingga sering digunakan oleh perorangan maupun perusahaan.
2. Firefox
Firefox adalah browser gratis yang dikembangkan oleh Mozilla Foundation. Browser ini memiliki fitur-fitur lengkap yang bisa diakses siapa saja untuk menjelajahi internet dengan privasi yang terjaga.
3. LibreOffice
LibreOffice menyediakan aplikasi seperti spreadsheet, word processor, dan presentation. Software ini cukup terkenal bagi pengguna yang ingin memakai suite office dengan sistem terbuka.
4. GIMP
GIMP adalah aplikasi edit gambar gratis yang dikembangkan oleh komunitas open source. Fitur-fitur yang disediakan cukup lengkap, sehingga sering digunakan untuk mengedit gambar dengan biaya yang ekonomis.
Baca juga: Apa Itu Software Komputer? Ini Definisi, Fungsi, dan Contohnya
Itulah penjelasan terkait, apa itu open source. Proyek ini menawarkan beragam keunggulan sekaligus tantangan. Software ini tentunya bisa digunakan oleh individu, komunitas, atau perusahaan yang membutuhkan program dengan biaya rendah. (DLA)
