Apa itu Puasa Ayyamul Bidh? Ini Pengertian dan Keutamaannya dalam Islam

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa itu puasa ayyamul bidh? Puasa ini adalah amalan sunah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Sayangnya, masih banyak umat muslim yang belum memahami makna puasa ini dan keutamaan melaksanakannya.
Telah banyak hadis yang meriwayatkan tentang betapa dahsyatnya keutamaan puasa ini. Oleh karena itu, agar tidak melewatkan jadwal pelaksanaannya, tidak ada salahnya mengetahui lebih detail pengertian dan keutamaan puasa ini.
Apa itu Puasa Ayyamul Bidh?
Apa itu puasa ayyamul bidh? Mengutip buku 200 Amalan Ringan Berpahala Istimewa, Abdullah Hasan (2022), ayyamul bidh artinya hari-hari yang putih. Ayyamul bidh juga diartikan sebagai hari yang malamnya disinari bulan purnama. Dalam Islam, ada waktu-waktu tertentu yang dianjurkan untuk menunaikan puasa ini.
Oleh karena itu, menjalankan puasa ini hukumnya sunnah muakkad atau sangat diutamakan. Puasa ini dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Qomariah. Perlu diingat bahwa tanggal yang digunakan bukan tanggal pada kalender Masehi, melainkan kalender Islam.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Selain mendatangkan pahala, puasa ayyamul bidh juga memiliki keutamaan lain. Adapun keutamaan tersebut, yaitu:
1. Pahala yang Berlipat Ganda
Seperti yang diketahui, puasa tersebut hukumnya sunah dan nilainya dihitung seperti puasa tahunan. Puasa ini merupakan amalan shalih yang akan memperoleh ganjaran sepuluh kali lipat bagi orang yang menunaikannya.
Berpuasa sehari saja akan diganjar seperti puasa sepuluh hari. Adapun bagi umat muslim yang menjalankan puasa ayyamul bidh tiga hari setiap bulannya, akan dihitung berpuasa setahun penuh.
Rasulullah Saw bersabda: "Puasalah tiga hari dari setiap bulan. Sesungguhnya amal kebajikan itu ganjarannya sepu luh kali lipat, seolah ia seperti berpuasa sepanjang masa." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan an Nasai).
2. Mengikuti Jejak Rasulullah
Rasulullah senantiasa mengamalkan puasa ayyamul bidh. Dengan menunaikan ibadah ini, maka umat muslim berupaya untuk mengikuti jejak ibadah Rasulullah.
"Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata, 'Rasulullah Saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah (ayyamul bidh), baik di rumah maupun dalam bepergian'." (HR. An-Nasa'i dengan sanad hasan).
Adapun hadist lain tentang anjuran puasa ini diriwayatkan dari Ibnu Milhan al-Qoisy, dari ayahnya, ia berkata:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriah). Dan beliau bersabda, 'Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun'." (HR. Abu Daud & An Nasal, sahih).
Baca juga: 3 Waktu Puasa di Bulan Rajab yang Perlu Diketahui Umat Muslim
Itulah jawaban dari pertanyaan apa itu puasa ayyamul bidh. Dengan memahami pengertian dan keutamaannya, maka setiap muslim dapat termotivasi menjalankan ibadah sunah ini. (DLA)
