Konten dari Pengguna

Apa Itu Sidratul Muntaha sebagai Tempat Istimewa dalam Islam? Ini Penjelasannya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa itu sidratul muntaha - Sumber: pixabay.com/noname_13
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa itu sidratul muntaha - Sumber: pixabay.com/noname_13

Apa itu Sidratul Muntaha dalam Islam? Sidratul Muntaha dikenal sebagai suatu hal istimewa yang menjadi batas terakhir bagi segala makhluk dalam mendekati Allah Swt.

Sidratul Muntaha adalah simbol keagungan. Konsep ini mengandung hikmah dan pelajaran spiritual yang menginspirasi umat Islam untuk memahami makna ketaatan dan kedekatan dengan Sang Pencipta.

Memahami Apa Itu Sidratul Muntaha dalam Islam

Ilustrasi apa itu sidratul muntaha - Sumber: pixabay.com/geralt

Islam mengenal konsep seperti Sidratul Muntaha karena ajarannya menggabungkan dimensi lahiriah dan batiniah dalam memahami kebenaran. Banyak istilah dan gambaran dalam Al-Qur'an dan Hadis yang menggunakan bahasa simbolis untuk menyampaikan pesan yang mendalam.

Sidratul Muntaha adalah tempat Nabi Muhammad saw bertemu langsung dengan Allah Swt dalam peristiwa Isra Miraj. Di tempat ini, Nabi menerima perintah salat lima waktu yang menjadi kewajiban umat Islam hingga saat ini.

Apa itu Sidratul Muntaha? Sidratul Muntaha adalah tempat tertinggi di langit yang hanya diketahui oleh Allah Swt. Istilah ini berasal dari bahasa Arab, "Sidrat" yang berarti pohon bidara (sejenis pohon yang dikenal dengan nama Ziziphus) dan "Muntaha" yang artinya adalah puncak atau akhir.

Jadi, secara harfiah, Sidratul Muntaha dapat diartikan sebagai "Pohon Bidara di Ujung Puncak." Dalam kepercayaan lain ada juga kisah yang serupa dengan Sidratul Muntaha, yang dikenal dengan nama "Pohon Kehidupan".

Sidratul Muntaha disebutkan dalam Surah An-Najm (53:13-16):

"Dan sesungguhnya dia (Muhammad) telah melihat (Jibril) pada kesempatan lain, di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. Ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya."

Dalam ayat ini, Sidratul Muntaha dijelaskan sebagai tempat yang menjadi batas tertinggi yang hanya dapat dicapai oleh makhluk tertentu. Contohnya Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril dalam perjalanan Isra Miraj.

Berdasarkan buku Surga, Mahir Ahmad Ash-Syufiy, (2007), pohon bidara di Sidratul Muntaha diliputi keindahan dan cahaya yang tidak terbayangkan oleh manusia. Hadis dan tafsir menyebutkan bahwa pohon ini memiliki daun besar dan buah yang bercahaya, melambangkan keagungan Allah.

Disebutkan juga dalam Al-Qur'an, bahwa surga berada di dekat Sidratul Muntaha. Ini menunjukkan betapa mulianya tempat ini dan hubungannya dengan keberadaan surga.

Baca Juga: Pengertian Doa dalam Islam, Keutamaan, dan Adab Berdoa

Apa itu Sidratul Muntaha? Sidratul Muntaha adalah tempat istimewa yang memiliki makna mendalam dalam Islam. Keberadaan Sidratul Muntaha dalam perjalanan Isra Miraj menjadi pengingat akan kebesaran Allah dan kedudukan Nabi Muhammad sebagai rasul terakhir yang diutus kepada umat manusia. (DNR)