Arti Abstrak dalam Karya Ilmiah, Ciri-ciri, dan Fungsi

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti abstrak menurut KBBI adalah tidak berwujud, tidak berbentuk, mujarad, dan niskala. Namun, dalam sebuah penelitian, arti abstrak berbeda lagi.
Untuk memahami arti abstrak dalam penelitian, kamu bisa simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Pengertian Abstrak dalam Penelitian
Abstrak adalah tulisan pendek untuk mengetahui sebuah isi dari jurnal. Abstrak biasanya disebut pula sebagai ringkasan karya ilmiah.
Lebih jelasnya, menurut Djuharie dan Suherli dalam buku Menulis Artikel Ilmiah, abstrak adalah rangkuman suatu uraian yang juga merupakan gagasan utama dari suatu pembahasan.
Abstrak memiliki peranan yang sangat penting dalam sebuah jurnal ataupun karya ilmiah. Meskipun tulisan abstrak tidak panjang, hanya 250-400, namun abstrak memudahkan pembaca untuk memahami karya tulis secara garis besar.
Dalam buku Bahasa Indonesia Akademik: Penulisan Laporan Ilmiah yang disusun Ernie Bertha Nababan dkk, dijelaskan bahwa pembuatan abstrak biasanya akan menggunakan dua bahasa. Hal ini guna membantu pembaca untuk memilih referensinya.
Bahasa yang digunakan adalah bahasa lokal tempat abstrak itu dibuat dan bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional.
Baca Juga: Cara Penulisan Kutipan dalam Karya Ilmiah
Ciri-ciri Abstrak
Untuk makin memahami arti abstrak dalam karya ilmiah, simak ciri-cirinya berikut ini, dirangkum dari buku Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah.
Merupakan uraian ringkas, cermat dan menyeluruh yang mewakili keseluruhan isi judul. Abstrak dapat berdiri sendiri sebagai satu kesatuan yang utuh sehingga dapat dimuat dalam majalah khusus abstrak.
Tanpa komentar dari pembuatnya, hanya berisi apa yang diterangkan dalam karya tulis ilmiah.
Terletak di awal sebagai penyedia informasi dari karya ilmiah.
Isi abstrak terdiri dari 250-400 kata atau kurang.
Dalam abstrak tidak ada pergantian paragraf.
Huruf yang digunakan dalam abstrak sebaiknya berbeda besarnya dengan ukuran huruf dalam isi karya ilmiah.
Biasanya menggunakan kalimat pasif.
Tidak mengandung kepustakaan, singkatan, ilustrasi, grafik, dan tabel.
Di bawah abstrak tercantum kata-kata kunci sebanyak tiga hingga 10 kata yang digunakan untuk mengindeks karya ilmiah.
Fungsi Abstrak
Terdapat beberapa fungsi abstrak dalam sebuah karya ilmiah. Menurut buku Bahasa Indonesia Akademik: Penulisan Laporan Ilmiah yang ditulis Ernie Bertha Nababan, dkk, berikut fungsinya.
1. Komponen Utama Laporan Hasil Penelitian
Penggunaan abstrak dalam karya ilmiah adalah untuk memberikan kemudahan bagi para peneliti untuk mengambil rujukan setelah mengetahui isi karya ilmiah melalui abstrak.
2. Gambaran Umum Mengenai Isi Laporan Penelitian
Abstrak memberikan gambaran umum akan sebuah karya ilmiah. Tujuannya adalah agar pembaca dapat memahami keseluruhan isi karya ilmiah tanpa harus membaca seluruh laporan karya ilmiah tersebut.
3. Bahan Pertimbangan Bagi Pembaca
Abstrak berfungsi sebagai bahan pertimbangan bagi peneliti lain untuk mengambil rujukan. Hal ini dimaksudkan agar peneliti dapat memastikan rujukan yang diambil memiliki kesamaan dengan karya ilmiah yang sedang dibuatnya.
Demikianlah penjelasan mengenai abstrak dalam sebuah karya ilmiah atau penelitian. Semoga bermanfaat, ya!
(DEL)
