Arti Antonim dan Sifat-sifatnya dalam Bahasa Indonesia

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah antonim sering ditemukan dalam sebuah tulisan maupun suatu pengucapan. Arti antonim adalah lawan kata. Berarti, kata yang berlawanan makna dengan kata lainnya.
Antonim sering digunakan sebagai tes untuk menguji kemampuan seseorang dalam menentukan kata-kata yang memiliki arti berlawanan dalam bahasa Indonesia.
Dalam pelajaran bahasa Indonesia, antonim memiliki beberapa jenis. Jenis tersebut digunakan dalam komunikasi lisan maupun tulisan. Penjelasan lebih lanjut, simak di bawah sini.
Memahami Arti Antonim
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), antonim adalah kata yang berlawanan makna dengan kata lain.
Merujuk buku EYD & seputar kebahasa-Indonesiaan oleh Ernawati Waridah, antonim berasal dari kata ‘anti’ atau ‘ant’, artinya lawan dan ‘onuma’ berarti nama. Maka, antomin diartikan sebagai kata-kata yang maknanya berbeda atau berlawanan.
Dalam buku Mahir Berbahasa Indonesia karya P. Tukan, S.Pd, kata antonim sebenarnya tidak mutlak berlawanan. Menurut Verhaar (1990), kata putih tidak mutlak berlawanan dengan kata hitam, sebab putih pun berlawanan dengan kuning dan sebagainya.
Kemudian, Verhaar menggantikan kata antonim dengan kata oposisi sehingga mencakup pengertian yang betul-betul berlawanan sampai yang hanya kebalikan. Oposisi dibagi menjadi beberapa macam, berikut penjelasannya.
Baca Juga: Pengertian dan Antonim Maskulin dalam Bahasa Indonesia
Sifat-sifat Antonim
Berikut ini adalah sifat-sifat antonim yang perlu diketahui, di antaranya adalah:
1. Oposisi Mutlak
Antonim yang bersifat mutlak hanya ada pada dua kata, misalnya hidup x mati. Antara hidup dan mati terdapat batas yang mutlak, sebab sesuatu yang hidup tentu tidak (belum) mati, sedangkan sesuatu yang mati tentu sudah tidak hidup lagi. Ciri antonim mutlak adalah penyangkalan terhadap kata yang satu dengan kata lainnya.
2. Oposisi Kutub atau Gradual
Antonim pada sifat ini tidak bersifat mutlak, melainkan gradasi. Artinya, terdapat tingkatan-tingkatan makna pada kata tersebut. Kata yang beroposisi kutub umumnya adalah kata-kata dari kelas adjektiva.
Contohnya: jauh-dekat, panjang-pendek, dan sebagainya.
3. Oposisi Hubungan atau Relasional
Antonim hubungan atau relasional adalah antara dua kata mengandung hubungan kebalikan, kata-kata yang beroposisi hubungan ini bisa berupa kata kerja, seperti mundur-maju, pulang-pergi. Selain itu, bisa juga berupa kata benda, misalnya: ayah-ibu, guru-murid, dan sebagainya.
4. Oposisi Majemuk
Antonim majemuk mencakup suatu pangkat yang terdiri dari dua kata atau lebih. Oposisi ini berkaitan dengan hiponim-hiponim dalam suatu kelas.
Misalnya: berdiri, duduk, berbaring, tiarap, dan jongkok.
5. Oposisi Hierarkial
Aposisi jenis ini mirip dengan oposisi majemuk, namun terdapat suatu kriteria tambahan, yakni tingkatan. Yang termasuk dalam oposisi hierarkial adalah satuan ukuran (berat, panjang, dan isi), nama satuan hitungan dan pemenggalan, nama jenjang kepangkatan (jabatan), dan sebagainya.
Misalnya: milimeter x kilometer dan Januari x Februari.
Demikian penjelasan mengenai arti antonim dan sifat-sifatnya. Semoga bermanfaat!
(SNS)
