Arti Bestie Cowok dan Relasi Pertemanan Pria-Wanita

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti bestie cowok kerap dipertanyakan pada perempuan. Apakah bestie cowok benar-benar hanya teman atau ada hubungan yang lebih lagi.
Lalu pertanyaan yang paling sering diperdebatkan: bisakah perempuan dan laki-laki hanya berteman? Kalau kamu penasaran dengan jawabannya, simak penjelasan di bawah ini.
Apa Itu Bestie Cowok?
Bestie merupakan kata tidak baku dalam bahasa Inggris, dan merupakan singkatan dari "best friend" yang artinya sahabat. Jadi, arti bestie cowok adalah sahabat cowok.
Kata bestie cowok sering diucapkan wanita untuk mengenalkan teman prianya yang akrab dan terlibat hubungan platonik dengannya.
Hubungan platonik (platonic relationship) sendiri adalah keadaan ketika seseorang memiliki ikatan erat dengan orang lain, baik satu jenis kelamin maupun berbeda.
Ikatan tersebut persis seperti rasa cinta, tetapi tanpa ada keinginan untuk saling memiliki dan bebas dari nafsu seksual.
Bestie cowok bagi seorang wanita sama saja seperti bestie perempuan. Namun, banyak yang meragukan bahwa wanita dan pria bisa sekadar "berteman".
Banyak yang mengatakan bahwa, bagaimanapun, salah satu di antara keduanya pasti akan jatuh cinta. Jadi, hubungan platonik dalam persahabatan pria dan wanita itu mitos.
Tapi benarkah demikian? Tetap scroll ke bawah dan temukan jawabannya!
Apakah Pria dan Wanita Bisa Berteman?
Merangkum dari Scientific American, dijelaskan bahwa filsuf Yunani kuno, Aristoteles, dan penulis esai Prancis, Michel de Montaigne pada abad ke-16 merasa bahwa persahabatan sejati hanya bisa terwujud di antara para pria yang berbudi luhur.
Sementara psikolog Robert Hays dari University of California, San Francisco menggambarkan persahabatan sebagai rasa ketergantungan secara sukarela antara dua orang dari waktu ke waktu.
Tingkat ketergantungan itu bisa jadi mirip dengan gaya berpacaran pada derajat tertentu. Hal ini akhirnya menimbulkan pertanyaan: bisakah pria dan wanita hanya berteman?
Data menunjukkan bahwa percikan romantis tidak jarang terjadi di antara teman. Namun sebenarnya semua bentuk persahabatan itu rumit. Apalagi persahabatan antar wanita dan pria semakin wajar-wajar saja.
Pada tahun 2002, misalnya, majalah American Demographics menemukan bahwa pada saat survei, orang berusia 18-24 tahun hampir empat kali lebih mungkin memiliki bestie cowok dibandingkan orang yang berusia di atas 55 tahun.
Dalam studi tahun 2012, psikolog April Bleske Rechek dari University of Wisconsin–Eau Claire bertanya kepada mahasiswanya, berapa banyak dari mereka yang memiliki teman lawan jenis. Hampir semuanya memiliki.
Mereka menjalin hubungan persahabatan dengan lawan jenis secara wajar. Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa memang terdapat ambiguitas dalam persahabatan lawan jenis.
Dalam sebuah studi tahun 2012, Bleske-Rechek dan rekan-rekannya melakukan penelitian dengan bertanya kepada 88 pasang sahabat lawan jenis, dan menyebarkan 429 kuesioner.
Hasilnya, secara umum, para pria dilaporkan merasa sedikit lebih tertarik pada teman wanita mereka daripada wanita kepada pria.
Peserta penelitian juga menggambarkan persahabatan sebagai hal yang bermanfaat secara keseluruhan. Dan penting untuk dicatat bahwa persahabatan lawan jenis bisa bertahan meskipun ada ketertarikan romantis di antara keduanya.
Itulah penjelasan mengenai bestie cowok. Semoga bermanfaat, ya!
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Apa itu hubungan platonik?

Apa itu hubungan platonik?
Hubungan platonik (platonic relationship) sendiri adalah keadaan ketika seseorang memiliki ikatan erat dengan orang lain, baik satu jenis kelamin maupun berbeda.
Apakah persahabatan pria dan wanita itu bermanfaat?

Apakah persahabatan pria dan wanita itu bermanfaat?
Peserta penelitian juga menggambarkan persahabatan sebagai hal yang bermanfaat secara keseluruhan.
Apa arti persahabatan sejati?

Apa arti persahabatan sejati?
Merangkum dari Scientific American, dijelaskan bahwa filsuf Yunani kuno, Aristoteles, dan penulis esai Prancis, Michel de Montaigne pada abad ke-16 merasa bahwa persahabatan sejati hanya bisa terwujud di antara para pria yang berbudi luhur.
