Arti Dropship, Kelebihan, dan Cara Kerjanya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seiring dengan bertambahnya jumlah toko online di Indonesia, istilah dropship kian nyaring terdengar. Dropship adalah salah satu model bisnis yang dipilih banyak orang karena mudah dan tidak butuh modal banyak.
Dropship sering menjadi pilihan bisnis mahasiswa atau orang yang butuh pekerjaan sampingan. Untuk memahami bisnis online dropship, simak pembahasannya lebih lanjut berikut ini.
Pengertian Dropship
Dikutip dari eCommerceFuel, dropship adalah model bisnis yang memungkinkan penjual membeli produk dari grosir dan mengirimkannya langsung ke pelanggan.
Arti dropship seringkali disamakan dengan reseller, padahal keduanya berbeda. Dalam skema dropship, barang bisa dikirim langsung dari pemasoknya ke pembeli.
Jadi, dropshipper (orang yang melakukan bisnis dropship) tak perlu mengeluarkan modal karena semua sudah diurus oleh pemasok. Tugas dropshipper hanya mencari pelanggan.
Sementara reseller biasanya harus mengeluarkan modal untuk membeli stok barang dari pemasok untuk dijual kembali.
Baca Juga: Arti Shipping dalam Online Shop dan Jenis-jenisnya
Kelebihan Bisnis Dropship
Berikut beberapa kelebihan bisnis dropship sehingga menjadi pilihan banyak orang.
1. Fleksibel
Salah satu keunggulan utama dari bisnis dropship adalah fleksibilitas. Orang bisa menjalankan bisnis dropship dari mana saja dan kapan saja.
Model bisnis ini sangat cocok bagi mereka yang memiliki komitmen utama lain, seperti kuliah atau pekerjaan utama, karena dropshipper tidak perlu secara langsung mengurus produk atau stok. Dropshipper hanya perlu memasarkan dengan memanfaatkan gawai mereka.
2. Modal Kecil
Model bisnis dropship juga memiliki kelebihan modal yang kecil. Ini berbeda dengan membangun bisnis konvensional yang memerlukan investasi besar untuk stok produk, penyimpanan, dan bahkan rekrutmen karyawan.
Bisnis dropship hanya memerlukan investasi yang jauh lebih terjangkau. Dropshipper tidak perlu menyediakan tempat penyimpanan atau modal besar untuk pembelian stok.
3. Risiko Rendah
Dropship memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan bisnis tradisional. Dropshipper tidak memiliki stok produk sendiri, sehingga risiko seperti barang kadaluarsa atau produk yang tidak terjual tidak menjadi masalah.
4. Banyak Pilihan Produk
Kelebihan lain dari model bisnis dropship adalah banyaknya pilihan produk yang tersedia. Dropshipper dapat memilih dari beragam produk yang ditawarkan supplier dropship.
Ini memberi pelanggan lebih banyak opsi produk untuk dipilih, sehingga meningkatkan peluang penjualan dan kepuasan pelanggan.
Cara Kerja Dropship
Berikut cara kerja bisnis dropship dikutip dari Lifepal, yuk simak agar tidak bingung.
Dropshipper menentukan produk apa yang akan dijual. Cari pemasok barang yang terpercaya. Pastikan untuk menjalin hubungan baik guna memastikan ketersediaan stok dan update barang terbaru, termasuk soal skema pembayaran.
Dropshipper memasarkan produknya ke konsumen, biasanya lewat media sosial, marketplace, dan webiste. Foto produk biasanya disediakan pemasok barang.
Pelanggan membeli produk yang dipromosikan dropshipper. Pembayaran dilakukan pembeli ke dropshipper.
Dropshipper kemudian meneruskan pesanananya ke pemasok. Pemasok mempersiapkan barangnya, lalu pesanan dikemas dan dikirimkan dari gudang ke alamat pembeli.
(DEL)
