Arti Efisiensi dan Faktor-Faktor Terjadinya dalam Perusahaan

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa arti efisiensi? Pertanyaan ini banyak diajukan oleh karyawan yang bekerja di perusahaan.
Efisiensi merupakan konsep kunci yang akan membantu perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Perusahaan perlu menerapkan inovasi dan kreativitas untuk dapat meningkatkan efisiensi.
Apa Arti Efisiensi? Ini Penjelasannya
Penjelasan mengenai apa arti efisiensi dapat ditemukan dalam buku Tingkat Efisiensi Produksi dan Pendapatan Usaha Kecil, Himawan Arif (2015:27). Berdasarkan buku tersebut, efisiensi adalah perbandingan output dan input dalam perusahaan.
Efisiensi merupakan penggunaan input yang terbaik. Semakin besar rasio output, maka efisiensi dikatakan semakin tinggi.
Efisiensi adalah tindakan memaksimalkan hasil dengan menggunakan modal (tenaga kerja, material dan alat) yang minimal. Efisiensi dihasilkan dari rasio perbandingan antara pemasukan dan pengeluaran.
2 Faktor yang Memengaruhi Efisiensi
Terdapat 2 faktor yang dapat memengaruhi terjadinya efisiensi dalam perusahaan. Dikutip dari buku Analisis Produktivitas dan Efisiensi, Ricky Martono (2019:8), faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.
1. Internal Perusahaan
Faktor internal perusahaan antara lain sebagai berikut.
Tenaga kerja memiliki tingkat kemampuan dan pengetahuan yang berbeda. Begitu juga semangat kerja, waktu, kemauan, sikap, dan disiplin yang dapat berubah setiap waktu.
Penanganan bahan mentah yang tidak baik dan kondisi ruang penyimpanan material yang buruk. Akibatnya, waktu kerja produktif karyawan berkurang karena harus meluangkan waktu untuk mencari atau memperbaikinya.
Metode kerja yang harus dipahami dan dilaksanakan dengan baik oleh semua karyawan.
2. Eksternal Perusahaan
Kondisi eksternal sering kali memengaruhi efisiensi perusahaan. Faktor yang termasuk dalam eksternal perusahaan adalah sebagai berikut.
Pelanggan. Ketika kondisi perekonomian naik, maka permintaan pelanggan dapat meningkat pesat, sehingga perusahaan dituntut menghasilkan output lebih banyak untuk memenuhi permintaan tersebut.
Lingkungan, misalnya bencana alam yang menghambat pengiriman barang. Kondisi ini memaksa perusahaan menghasilkan output lebih banyak sebagai pengganti barang-barang yang terhambat pengirimannya.
Pemasok, misalnya produktivitas pemasok menurun. Akibatnya, input perusahaan terpengaruh karena harus menunggu kiriman barang pengganti dari pemasok.
Pesaing mengeluarkan produk atau jasa yang lebih baik dan harga lebih rendah. Hal ini seharusnya memacu perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja, sehingga mampu menyaingi kinerja pesaing.
Baca juga: Arti PIC, Tugas, dan Skill yang Dibutuhkan di Perusahaan
Apa arti efisiensi? Efisiensi adalah perbandingan besarnya pengeluaran dan pemasukan dalam perusahaan.(DK)
