Arti Fathonah, Salah Satu Sifat Wajib Rasul

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu sifat wajib yang dimiliki oleh rasulullah adalah fathonah. Namun, apa arti fathonah?
Fathonah adalah cerdas. Sifat ini merupakan suatu keistimewaan yang patut untuk diteladani. Yuk, simak penjelasan lebih lanjut mengenai fathonah di bawah ini.
Pengertian Fathonah
Dikutip dari buku Akidah Islam oleh Syeikh Ibrahim Al-Bajuri, fathonah (فَطَانَةٌ) artinya cerdas. Setiap rasul memiliki sifat fathonah dalam dirinya. Hal ini sebagaimana firman Allah Swt. dalam surat Al-Baqarah ayat 269.
Artinya: "Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)." (Q.S. Al Baqarah: 269).
Jika para rasul tidak memiliki sifat fathonah, bagaimana mungkin mereka mampu membangun argumentasi terhadap orang-orang yang menentangnya.
Rasul bertugas menyampaikan ribuan ayat Al-Quran, menjelaskan dalam puluhan ribu hadis dan firman-firman Allah, serta dituntut memiliki kemampuan berdebat dengan orang yang menentang Allah Swt. dengan cara sebaik mungkin.
Baca Juga: Arti Tabligh, Mengenal Salah Satu Sifat Wajib Rasulullah SAW
Oleh karena itu, mustahil jika rasul bersifat bodoh. Rasulullah saw. sendiri mempunyai banyak peran semasa hidup. Beliau berperan sebagai tokoh Islam, pemimpin, pebisnis, panglima perang, hingga politisi.
Sifat fathonah yang dimiliki rasul patut dicontoh oleh umat Islam. Bersifat fathonah akan membawa manfaat dunia dan akhirat.
Orang yang memiliki kecerdasan berpikir akan mampu menangkap tanda-tanda kekuasaan Allah Swt dan mengimani-Nya. Kemudian dapat bermanfaat bagi orang lain pula.
Cara Menumbuhkan Sifat Fathonah
Setiap muslim perlu tahu cara menumbuhkan sifat fathonah demi meneladani para rasul. Satu-satunya cara untuk menumbuhkan sifat fathonah adalah memperbanyak ilmu.
Seperti kata pepatah, semakin banyak seseorang tahu, semakin seseorang tersebut merasa bodoh. Dengan begitu, seorang muslim akan lebih tergerak untuk memperbanyak ilmu.
Dalam agama Islam sendiri, menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini ditegaskan dalam hadis berikut.
"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah no. 224)
Ada beberapa keutamaan ilmu dalam Islam, diantaranya adalah:
Ilmu adalah kekhususan, ilmu adalah keistimewaan yang Allah Swt. khususkan hanya untuk manusia semata. Selain ilmu, manusia dan hewan memiliki kesamaan.
Ilmu dapat mengantarkan seseorang menuju kepada kebajikan dan ketaqwaan. Dan sebab ketaqwaan itu, seseorang dapat memperoleh kemuliaan di sisi Allah Swt., dan kebahagiaan abadi.
Syaikh Az Zarnuji mengatakan, bahwa diantara hal yang penting dalam menuntut ilmu yang harus diperhatikan adalah fil jiddi (kesungguhan).
Jika sesuatu dilakukan dengan sungguh-sunggu, maka Allah Swt. akan memberikan keberhasilan di dalamnya. Selain kesungguhan, perlu juga diiringi dengan sikap konsisten (al muwazobah) dan komitmen (al muzallimah).
Jadi, bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu demi mendapatkan sifat fathonah. Semoga penjelasan di atas bermanfaat, ya!
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Apa dalil menuntut ilmu?

Apa dalil menuntut ilmu?
"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah no. 224)
Apa keutamaan ilmu dalam Islam?

Apa keutamaan ilmu dalam Islam?
Ilmu adalah kekhususan, ilmu adalah keistimewaan yang Allah Swt. khususkan hanya untuk manusia semata. Selain ilmu, manusia dan hewan memiliki kesamaan.
Apa manfaat cerdas dalam Islam?

Apa manfaat cerdas dalam Islam?
Orang yang memiliki kecerdasan berpikir akan mampu menangkap tanda-tanda kekuasaan Allah Swt dan mengimani-Nya. Kemudian dapat bermanfaat bagi orang lain pula.
