Konten dari Pengguna

Arti Fiksi, Unsur Intrinsik, dan Jenis-jenisnya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti Fiksi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Arti Fiksi. Foto: Unsplash

Arti fiksi secara sederhana adalah cerita rekaan. Istilah yang populer belakangan ini adalah "cowok fiksi", kamu pernah dengar tidak?

Jika merujuk pada arti fiksi, maka "cowok fiksi" artinya pria sempurna yang tidak nyata karena hanya ada di dalam buku atau film. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai fiksi di bawah ini.

Daftar isi

Apa yang Dimaksud dengan Fiksi?

Apa yang Dimaksud dengan Fiksi. Foto: Unsplash

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, arti fiksi adalah cerita rekaan atau khayalan yang tidak berdasarkan pada kenyataan.

Selain itu, cerita fiksi bisa diartikan sebagai suatu karya yang menceritakan sesuatu yang tidak ada dan tidak perlu dicari kebenarannya.

Fiksi sering dikaitkan dengan karya sastra rekaan, contohnya seperti novel, cerpen, hikayat, fabel, komik, atau dongeng. Namun, istilah fiksi juga berlaku untuk cerita film yang tidak nyata.

Cerita fiksi dibuat dengan tujuan hiburan atau memperoleh kepuasan batin. Penulis biasanya menuturkan cerita fiksi berdasarkan imajinasi dan kreativitas mereka.

Baca Juga: Perbedaan Buku Fiksi dan Non Fiksi Lengkap dengan Contohnya

Unsur Intrinsik dan Ciri-ciri Karya Fiksi

Unsur Intrinsik dan Ciri-ciri Karya Fiksi. Foto: Unsplash

Dalam karya fiksi seperti novel atau film, terdapat unsur intrinsik dan ciri-ciri yang membedakannya dengan karya lain. Berikut beberapa unsurnya:

  1. Tema, yaitu pokok masalah yang terdapat dalam cerita.

  2. Latar, yaitu tempat, waktu, dan atau suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.

  3. Alur atau Plot, yaitu jalan cerita yang ditambah dengan konflik. Dalam suatu cerita, peristiwa demi peristiwa dibangun demi terciptanya suatu rangkaian cerita. Peristiwa A menimbulkan cerita B, cerita B jadi penyebab peristiwa C, dan seterusnya.

  4. Tokoh, yaitu karakter yang menggerakan cerita.

  5. Penokohan, gambaran mengenai pelaku atau tokoh-tokoh cerita, baik keadaan lahirnya maupun keadaan batinnya.

  6. Sudut Pandang, teknik yang digunakan pengarang dalam bercerita. Secara garis besar, ada dua jenis sudut pandang, yakni sudut pandang orang pertama (aku) dan sudut pandang orang ketiga (dia).

  7. Amanat, mengacu pada hal yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca, yang berkaitan dengan tema. Amanat disebut juga hikmah cerita.

Adapun ciri-ciri dari sebuah karya fiksi adalah sebagai berikut.

  1. Fiksi sifatnya rekaan atau imajinasi dari pengarang.

  2. Dalam fiksi terdapat kebenaran yang relatif atau tidak mutlak.

  3. Umumnya fiksi menggunakan bahasa yang bersifat konotatif atau bukan sebenarnya.

  4. Karya fiksi tidak memiliki sistematika yang baku.

  5. Umumnya karya sastra fiksi menyasar emosi atau perasaan pembaca, bukan logika.

  6. Dalam karya sastra fiksi terdapat pesan moral atau amanat tertentu.

Jenis-jenis Fiksi dalam Karya Sastra

Jenis-jenis Fiksi dalam Karya Sastra. Foto: Unsplash

Setelah memahami arti fiksi secara menyeluruh, kamu juga harus tahu apa saja jenis karya sastra yang termasuk fiksi. Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Fabel

Fabel adalah jenis cerita fiksi yang mengisahkan kehidupan hewan yang berperilaku seperti manusia. Hal ini tidak mungkin terjadi di dunia nyata, makanya termasuk fiksi.

Beberapa contoh dari cerita fabel adalah Si Kancil dan Buaya, Serigala dan 7 Anak Domba dan Tiga Babi Kecil.

2. Saga

Saga adalah jenis fiksi yang mengisahakan kepahlawanan seseorang. Biasanya kisah saga diceritakan untuk membangkitkan semangat juang dan kebanggaan di sebuah daerah.

Beberapa contoh cerita saga adalah Ciung Wanara, Lutung Kasarung, dan Si Pitung.

3. Mitos

Mitos adalah jenis cerita fiksi yang dianggap benar-benar terjadi oleh sekelompok masyarakat. Biasanya karakter dalam mitos adalah dewa-dewi atau seseorang yang memiliki kekuatan gaib.

Beberapa contoh cerita mitos adalah Jaka Tarub dan Dewi Nawangwulan, Nyi Roro Kidul, dan Calon Arang.

4. Roman

Roman adalah sebuah kisah hubungan cinta yang didramatisasi dengan beragam konflik. Contoh cerita roman adalah Si Doel Anak Sekolah, Romeo dan Juliet, dan Ada Apa dengan Cinta?

5. Fantasi

Cerita fantasi adalah kisah yang mengandung keajaiban baik tokoh atau latar belakang tempatnya. Cerita fantasi juga tidak terikat dengan budaya tertentu seperti mitos, karena murni berasal dari khayalan penulisnya.

Beberapa contoh cerita fantasi adalah Harry Potter dan The Lord of The Rings.

Itulah penjelasan mengenai fiksi. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!

(DEL)

Frequently Asked Question Section

Apa itu cowok fiksi?
chevron-down

Jika merujuk pada arti fiksi, maka "cowok fiksi" artinya pria sempurna yang tidak nyata karena hanya ada di dalam buku atau film. Simak penjelasan lebih lanjut mengenai fiksi di bawah ini.

Apa itu sudut pandang dalam novel?
chevron-down

Sudut Pandang, teknik yang digunakan pengarang dalam bercerita. Secara garis besar, ada dua jenis sudut pandang, yakni sudut pandang orang pertama (aku) dan sudut pandang orang ketiga (dia).

Apa contoh cerita mitos?
chevron-down

Beberapa contoh cerita mitos adalah Jaka Tarub dan Dewi Nawangwulan, Nyi Roro Kidul, dan Calon Arang.