Arti Hompimpa Alaium Gambreng, Cara Memainkan, dan Filosofinya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah dengar istilah hompimpa alaium grambreng? Ya, hompimpa alaium grambreng merupakan salah satu permainan tradisional anak-anak di Indonesia.
Hompimpa alaium gambreng biasanya digunakan sebagai penentu pemain yang menang atau kalah. Meski sejak dulu sudah dimainkan, namun apakah kamu tahu apa arti hompimpa alaium gambreng?
Hompimpa alaium gambreng ternyata memiliki makna yang mendalam lho! Untuk mengetahuinya, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Apa Arti Hompimpa Alaium Gambreng?
Mengutip buku Permainan Tradisional Nusantara oleh Rhama Nurwansyah Sumarsono, S.Pd., M.Pd, kalimat hompimpa alaium gambreng diambil dari bahasa Sanskerta yang memiliki arti “Dari Tuhan kembali ke Tuhan, ayo bermain.”
Hompimpa alaium gambreng seringkali disingkat menjadi hompimpa saja. Permainan ini merupakan sebuah cara untuk menentukan siapa yang menang dan kalah. Permainan ini memiliki dua kemungkinan, yakni tangan tertutup atau terbuka.
Selain itu, hompimpa alaium gambreng juga digunakan anak-anak untuk menentukan giliran dalam sebuah permainan. Misalnya, sewaktu anak-anak bermain petak umpet, anak yang kalah hompimpa akan mendapatkan giliran sebagai penjaga pos. Namun, aturan ini bisa berubah sesuai dengan kesepakatan para pemain.
Dalam budaya Jawa, hompimpa alaium gambreng dilakukan dengan menyebut “hompimpa alaium gambreng”. Sedangkan dalam budaya Betawi, hompimpa memiliki kalimat yang lebih panjang, yakni “hompipa alaium gambreng. Mpok Ipah pakai baju rombeng.”
Setelah mengetahui arti hompimpa alaium gambreng, yuk kita cari tahu bagaimana cara memainkan permainan ini.
Cara Memainkan Hompimpa Alaium Gambreng
Permainan hompimpa alaium gambreng biasanya diikuti oleh tiga orang atau lebih. Cara memainkannya adalah seluruh pemain mengucapkan kalimat “hompimpa alaium gambreng” atau “hom-pim-pa”.
Ketika mengucapkan suku kata terakhir, yakni “breng” atau “pa”, masing-masing peserta memperlihatkan salah satu bagian dalam telapak tangan, menghadap ke bawah atau ke atas.
Para pemain yang menghadap ke arah yang sama dengan jumlah sedikit akan keluar meninggalkan permainan dan dianggap menang. Proses ini dilakukan secara berulang-ulang sampai hanya tertinggal dua pemain.
Biasanya, dua pemain yang kalah akan melakukan suten atau suit untuk menentukan siapa yang menang dan kalah.
Filosofi Hompimpa Alaium Gambreng
Sampai saat ini kalimat hompimpa alaium gambreng belum ada literatur sejarah yang pasti. namun, jika meresapi filosofi yang terkandung, sistem pengundian ini melibatkan Tuhan di dalamnya.
Selain itu, dari cara bermainnya dapat dipahami bahwa permainan hompimpa menjadi simbol permulaan dan mencerminkan sikap musyawarah yang tinggi.
Tak hanya berhenti di situ, arti dari hompimpa alaium gambreng ini juga mengajarkan para pemainnya untuk ikhlas dalam menjalani kehidupan. Hal tersebut tergambar dari adanya peluang menang atau kalah saat memilih telapak tangan hitam atau putih.
Demikian penjelasan mengenai arti hompimpa alaium gambreng, cara memainkan, dan filosofi yang terkandung di dalamnya. Semoga bermanfaat!
(SNS)
Frequently Asked Question Section
Hompimpa alaium gambreng berasal dari bahasa apa?

Hompimpa alaium gambreng berasal dari bahasa apa?
Kalimat hompimpa alaium gambreng diambil dari bahasa Sanskerta.
Berapa pemain hompimpa alaium gambreng?

Berapa pemain hompimpa alaium gambreng?
Permainan hompimpa alaium gambreng biasanya diikuti oleh tiga orang atau lebih.
Bagaimana penyebutan hompimpa alaium gambreng dalam budaya Betawi?

Bagaimana penyebutan hompimpa alaium gambreng dalam budaya Betawi?
Dalam budaya Betawi, hompimpa memiliki kalimat yang lebih panjang, yakni “hompipa alaium gambreng. Mpok Ipah pakai baju rombeng.”
