Arti Iman Menurut Para Ulama yang Wajib Dipahami

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memahami arti iman adalah sebuah keharusan. Pasalnya, setiap manusia mengikuti sebuah ajaran agama berdasarkan iman.
Iman dalam Islam punya banyak makna, namun muaranya sama, yakni sebuah keyakinan hati pada ajaran Allah Swt. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini
Pengertian Iman
Iman secara bahasa adalah tashdiq, artinya membenarkan. Iman juga disebut menggunakan lafal yaqin dalam Al-Quran, artinya meyakini sesuatu yang didukung bukti-bukti.
Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam firman Allah Swt di surat Al-An'am ayat 75.
Artinya: "Dan demikianlah kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (kami yang terdapat) di langit dan bumi dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin."
Kata iman dalam Al-Quran dan hadits juga diartikan sebagai amal perbuatan. Ketika seseorang meyakini sesuatu, maka ia harus berbuat sebagaimana yang diyakininya.
Hal ini sebagaimana firman Allah Swt dalam surat Al Baqarah ayat 143.
Artinya: "Dan Allah akan menyia-nyiakan imanmu."
Maksud dari "imanmu" dalam ayat tersebut adalah salatmu (wahai Muhammad) yang kau kerjakan ketika masih berkiblat ke arah Baitul Maqdis.
Kesimpulannya, iman merupakan keyakinan dalam hati yang dituturkan dengan lisan, kemudian diwujudkan dalam perbuatan.
Dalam Islam, terdapat 5 rukun iman yang wajib dipercaya setiap Muslim. Rukun iman tersebut adalah:
Iman kepada Allah Swt
Iman kepada hari kiamat
Iman kepada malaikat-malaikat
Iman kepada kitab-kitab Allah Swt
Iman kepada nabi-nabi Allah swt
Iman kepada qada dan qadar
Iman Menurut Para Ulama
Agar lebih memahami makna iman, kamu bisa simak pendapat para ulama berikut ini.
1. Menurut Ulama Salaf
Imam Malik, Asy Syafi’i, Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, segenap ulama ahli hadits, ulama Madinah, serta para pengikut madzhab Zhahiriyah dan sebagian ulama mutakallimin berpendapat bahwa definisi iman adalah pembenaran dengan hati, pengakuan dengan lisan, dan amal dengan anggota badan.
Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang. (Kitab Tauhid li Shaff Ats Tsaani Al ‘Aali, hal. 9)
Bahkan Imam Bukhari mengatakan, “Aku telah bertemu dengan lebih dari seribu orang ulama dari berbagai penjuru negeri, aku tidak pernah melihat mereka berselisih bahwasanya iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang.” (Fathul Baari, I/60)
2. Madzhab Hanafi
Banyak di antara ulama madzhab Hanafi yang mengikuti definisi Ath Thahawi. Beliau mengatakan bahwa iman itu pengakuan dengan lisan dan pembenaran dengan hati.
3. Abu Manshur Al Maturidi dan Abu Hanifah
Pendapat Abu Manshur Al Maturidi dan Abu Hanifah adalah pengakuan dengan lisan dalam iman adalah rukun tambahan saja dan bukan rukun asli.
Nah, itulah penjelasan mengenai iman di dalam Islam. Semoga bisa menjawab rasa bingungmu, ya.
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Apa saja rukun iman?

Apa saja rukun iman?
Iman kepada Allah Swt Iman kepada hari kiamat Iman kepada malaikat-malaikat Iman kepada kitab-kitab Allah Swt Iman kepada nabi-nabi Allah swt Iman kepada qada dan qadar
Apa lafal iman dalam Al-Quran?

Apa lafal iman dalam Al-Quran?
Iman juga disebut menggunakan lafal yaqin dalam Al-Quran, artinya meyakini sesuatu yang didukung bukti-bukti.
Apakah iman bisa berkurang?

Apakah iman bisa berkurang?
Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang. (Kitab Tauhid li Shaff Ats Tsaani Al ‘Aali, hal. 9)
