Arti Kamplengan, Contoh Kalimat, dan Bahasa Jawa Lainnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika kamu bingung dengan arti kamplengan, wajar, sebab kata ini bukan merupakan bahasa Indonesia. Kata kamplengan berasal dari bahasa Jawa.
Dalam buku Kamus Bahasa Jawa - Bahasa Indonesia I, Sri Nardiati dkk menyandingkan kata 'kampleng' dengan kata 'ngampleng. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Pengertian Kamplengan
Menurut buku Kamus Bahasa Jawa - Bahasa Indonesia I yang dikutip dari Kemendikbud, kampleng atau ngampleng memiliki dua arti yang berbeda.
Arti kampleng yang pertama adalah menggocoh. Menurut KBBI, artinya meninju keras-keras. Sementara arti kedua adalah memukul kepala. Namun dalam bahasa gaul, kampleng hanya diartikan pukul.
Lebih spesifik, M. Andy dkk dalam buku Sambung Nan Dahsyat mengartikan kata kamplengan sebagai tempelengan. Kata tempelengan sendiri merupakan sinonim dari kata tamparan.
Menurut KBBI, tamparan artinya pukulan dengan telapak tangan. Tamparan juga diartikan sebagai kiasan dari sesuatu kejadian atau peristiwa yang tidak mengenakkan hati.
Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa kamplengan adalah bahasa gaul Jawa yang artinya pukulan dengan telapak tangan.
Baca Juga: Arti Kata Silik dan Bahasa Jawa Populer Lainnya
Contoh Penggunaan Kamplengan
Berikut salah satu contoh penggunaan kata kamplengan yang dikutip dari buku Sal Mugiyanto: Membaca Jawa karya Sal Mugiyanto:
Mur nek aku dikon ndelok garapanmu koyo ngono kuwi, luwih becik aku ndelok uwong kampleng-kamplengan. (Mur, kalau saya diminta melihat pekerjaanmu yang seperti itu, akan lebih baik saya melihat orang pukul-pukulan (saling memukul).)
Contoh lain penggunaan kata kamplengan juga terdapat dalam buku Lagon Lelakon: Antologi Cerkak karya Margareth Windhy Pratiwi berikut:
Ngerti-ngerti pipine wis kena kamplengan kaping pindho. (Tahu-tahu pipinya sudah terkena pukulan dua kali.)
Bahasa Jawa Lainnya
Berikut daftar bahasa Jawa lainnya yang populer dan mesti kamu tahu.
Abangan = Mengaku sebagai orang beragama Islam tetapi tidak menjalankan rukun Islam, misalnya salat.
Didu = Diadu, ditanding.
Dong = Mengerti, paham.
Agul-agul = Andalan, jagoan.
Ojo dumeh = Jangan anggap enteng.
Ajrih = Takut.
Ajur-ajer = Hancul lebur.
Aleman = Senang dipuji, manja.
Antem = Jotos, pukul.
Rumongso = Merasa.
Sakdhet saknyet = Langsung bertindak tanpa pikir panjang.
Sambit = Lempar.
Sampyuh = Berkelahi, tawuran, perang.
Sekeco = Enak, nyaman.
Senewen = Galau, gila.
Dalan/Mergi = Jalan
Kiro-kiro/Kinten-kinten = Kira-kira
Kabeh/Sedanten atau sedaya = Semua
Luwih/Langkung = Lebih
Banget/Sanget = Sangat atau sekali
Anyar/Enggal = Baru
Wingi/Kolowingi = Kemarin
Lara/Gerah = Sakit
Ngapunten/Ngapura atau ngapuro = Maaf
Esuk/Enjing-Enjing = Pagi
Awan/Siang = Siang
Bengi/Dalu = Malam
Piro/Pinten = Berapa
Monggo/Monggopunatri = Silahkan
Nuwun/Matur Nuwun = Terima Kasih
Teko/Rawuh = Datang
Mlaku/Mlampah = Berjalan
Omong/Ngendiko = Bicara
Ngomong/Dawuh = Bilang
Ndelok/Mrisani = Lihat
Ngerti/Ngertos = Mengerti
Mangan/Dahar = Makan
Ngombe/Ngunjuk = Minum
Krungu/Miereng = Dengar
(DEL)
