Arti Keterbukaan dalam Proses Komunikasi

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti keterbukaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diambil dari kata dasar buka yang berarti hal terbuka. Sebagai contoh, perasaan toleransi dan keterbukaan hati merupakan landasan utama untuk berkomunikasi.
Dalam bidang politik, keterbukaan berkaitan dengan ideologi Pancasila. Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah bahwa ideologi Pancasila bersifat aktual, dinamis, antisipatif, dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat.
Sementara di bidang IPTEK, keterbukaan merupakan wujud dari dampak kemajuan IPTEK. Artinya, masyarakat menerimanya sebagai perkembangan zaman dan dimanfaatkan untuk membantu berbagai hal di kehidupan sehari-hari.
Selain itu, istilah keterbukaan juga merujuk pada salah satu ciri dari proses komunikasi yang harmonis dan efektif. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak penjelasan berikut ini.
Mengenali Arti Keterbukaan dalam Proses Komunikasi
Dalam buku Privacy is Legacy: Communication Privacy Management pada Orang Tua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kota Magelang oleh Ascharisa Mettasatya Afrilia dkk, disebutkan:
Keterbukaan atau openness dalam proses komunikasi adalah suatu keadaan di mana seseorang mau atau bersedia untuk mengungkapkan dirinya. Dengan kata lain, keterbukaan ialah kondisi di mana seorang individu mau menyampaikan informasi mengenai dirinya secara jujur dan apa adanya.
Tak hanya itu, keterbukaan juga mencakup kesetiaan seseorang untuk mendengarkan secara terbuka dan aktif tentang apa yang disampaikan orang lain kepada dirinya, serta memberikan reaksi secara jujur terhadap apa yang telah disampaikan oleh lawan bicaranya.
Kendati demikian, keterbukaan ini tidak selalu tepat digunakan dalam kondisi apa pun. Ada kalanya keterbukaan justru bisa mendatangkan suatu penurunan kepuasan dalam hubungan yang telah kita bangun.
Baca Juga: 4 Contoh Keterbukaan Ideologi Pancasila di Bidang Politik
Ciri-ciri Proses Komunikasi yang Harmonis dan Efektif Lainnya
Selain keterbukaan, ada ciri-ciri lain yang menjadi penanda komunikasi berlangsung harmonis dan efektif, yakni:
Empati (Empathy), yakni suatu perasaan untuk memahami keadaan orang lain secara mendalam atau lebih emosional dibandingkan dengan simpati. Perasaan empati sangat membantu dalam proses komunikasi, sebab kita dapat memahami apa yang sedang dialami orang lain secara emosional.
Dukungan (Supportiveness), yaitu salah satu cara untuk meningkatkan efektivitas dalam komunikasi yang kita lakukan. Dukungan lebih baik diberikan dalam bentuk deskriptif daripada evaluatif. Deskriptif berarti dukungan yang diberikan bersifat objek dari apa yang kita lihat dan kita rasakan. Dengan begitu, rekan komunikasi akan merasa dirinya tengah didukung oleh orang lain.
Berpikir positif (Positiveness), berpikir positif dapat menimbulkan hawa-hawa yang positif dan perasaan yang bagus pada orang-orang di sekeliling kita. Dengan demikian hal ini dapat mendorong tumbuhnya rasa ingin turut berpartisipasi untuk menciptakan komunikasi yang nyaman dan efektif.
Kesetaraan (Equality), artinya menganggap rekan komunikasi memiliki kedudukan yang sama dengan kita, sehingga proses komunikasi yang dilakukan dapat berjalan dengan efektif.
(SNS)
