Arti Megengan: Tradisi Masyarakat Indonesia Jelang Ramadan

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keberadaan pemeluk agama Islam yang mencapai 87,2% dari total penduduk Indonesia di tahun 2024 membuat negeri ini memiliki banyak tradisi Ramadan dengan beragam arti. Salah satu tradisi jelang Ramadan, yaitu megengan. Arti megengan adalah menahan.
Walaupun artinya menahan, tradisi megengan tidak hanya seputar kegiatan menahan. Tradisi tersebut memiliki dua kegiatan khas yang biasa berlangsung pada H-1 (satu hari sebelum) bulan Ramadan.
Arti Megengan dalam Bahasa Indonesia
Kekayaan budaya membuat Indonesia mempunyai banyak tradisi. Salah satu tradisi yang ada di Indonesia, yaitu megengan. Dikutip dari buku Fenomena Sosial Keagamaan Masyarakat Jawa dalam Kajian Sosiologi, Setiawan, dkk. (2021: 64), arti megengan adalah menahan.
‘Menahan’ dalam tradisi megengan tidak memiliki korelasi secara langsung. Maksud tidak memiliki korelasi secara langsung, yaitu tradisi megengan tidak melibatkan atau merujuk pada kegiatan yang menahan. Maksud ‘menahan’ lebih mengarah pada imbauan.
Mengutip dari buku yang sama karya Setiawan, dkk. (2021: 64), menahan adalah peringatan bahwa sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan. Pada bulan tersebut, umat muslim perlu menahan diri dari perbuatan yang menggugurkan ibadah puasa.
Tradisi Megengan Menjelang Datangnya Bulan Ramadan
Megengan merupakan tradisi yang berlangsung menjelang datangnya bulan Ramadan. Dikutip dari buku Tradisi-Tradisi Menyambut Ramadan di Indonesia dan Dunia, Nurmayati (2020: 28), megengan dilakukan sehari menjelang Ramadan (29 Syakban).
Tradisi tersebut melibatkan dua kegiatan, yaitu:
Ziarah ke makam orang yang dikasihi (keluarga atau kerabat).
Berdoa di masjid dengan membawa kue apem.
Kue apem merupakan kudapan berwarna putih yang terbuat dari tepung beras. Mengutip dari buku yang sama karya Nurmayati (2020: 28), kue apem melambangkan permintaan maaf sebelum datangnya Ramadan.
Selain tradisi ziarah ke makam orang yang dikasihi dan berdoa di masjid, masyarakat Jawa atau keturunan Jawa juga biasa saling mengantarkan makanan. Makanan tersebut biasanya berupa ketan, kolak, atau apem.
Baca juga: Apa Itu Munggahan? Ini Seluk-beluk Tradisi Jelang Ramadan
Arti megengan adalah menahan. Istilah tersebut merupakan tradisi masyarakat Jawa atau keturunan Jawa dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi megengan sering kali berlangsung pada satu hari sebelum bulan Ramadan. (AA)
