Arti Pre Order, Sistem Kerja, Kelebihan, dan Kekurangannya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di era digital ini, bisnis online semakin banyak diminati, mulai dari untuk penjualan makanan, minuman, skincare, pakaian, dan sebagainya.
Salah satu teknik penjualan yang sering dilakukan oleh para pelaku bisnis online adalah sistem pre order. Lantas, apa arti pre order itu?
Untuk mengetahui mengenai arti pre order, kekurangan, serta kelebihannya, simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Apa Arti Pre Order?
Mengutip buku Apa Saja Variabel Penelitian dalam Bidang Marketing ??? (Panduan bagi Peneliti Pemula) oleh Dr. Hj. Rahmawati, pre order merupakan sistem pembelian produk yang dilakukan para penjual sebelum stok riil barang tersedia. Menurut KBBI, pre order ialah suatu perintah dalam suatu pemesanan produk atau barang.
Secara umum, pre order adalah sistem jual beli di mana pembeli memesan dan membayar produk di awal, dengan estimasi waktu yang telah diinformasikan dan disepakati, hingga stok produk tersedia.
Sistem pre order biasanya diterapkan dalam transaksi jual beli yang dilakukan secara online. Jadi, pembeli melakukan proses pemesanan dan pembayaran di awal, sebelum barang yang dipesan jadi atau ada. Produk pre order akan diterima pelanggan setelah produk itu selesai diproduksi atau stoknya sudah tersedia di tangan penjual.
Harga yang diberikan untuk produk pre order biasanya lebih murah dari harga normalnya. Sebab, pembeli sudah mau membayar di awal sebelum produksi atau pemasaran barang pesanannya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan harga produk pre order sama atau lebih mahal dari harga normal, karena pembeli diberi kebebasan lebih untuk memilih ukuran dan melakukan kustomisasi.
Lalu bagaimana sistem kerja pre order dalam bisnis online? Dan bagaimana tentang kelebihan dan kekurangan. Untuk mengetahuinya, simak penjelasannya di bawah sini.
Mengenal Sistem Pre Order
Sistem kerja pre order adalah dengan melakukan pemesanan barang dan pembayaran terlebih dahulu. Pembeli bersedia menunggu barang tersedia sesuai waktu yang ditentukan oleh penjual.
Estimasi waktu dari produk yang akan dikirimkan dengan sistem pre order berakhir jika penjual sampai stok barang tersedia. Menurut laman Shopee.com, produk pre order memiliki pengemasan lebih lama, yaitu tujuh hari hingga 30 hari kerja.
Sistem pre order akan meminta pembeli membayar sejumlah uang terlebih dahulu kepada penjual sebagai jaminan sebelum barang dari sebuah vendor atau supplier tersedia.
Tetapi, apabila barang dari vendor kosong, maka penjualan harus mengembalikan sejumlah uang yang sudah disepakati kepada pembeli.
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pre Order
Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan sistem pre order yang diterapkan dalam bisnis online, adalah sebagai berikut:
Kelebihan Pre Order
Seluruh produk sudah pasti habis terjual.
Penjual dapat menawarkan banyak pilihan produk kepada konsumen.
Tidak ada penumpukan stok produk atau barang.
Tidak membutuhkan modal besar sehingga banyak diminati oleh pebisnis skala kecil.
Sedikit terjadi risiko kerugian.
Kosumen bisa memesan produk tertentu.
Dapat meningkatkan penjualan.
Membantu memprediksi permintaan produk.
Kekurangan Pre Order
Pembeli harus menunggu dalam waktu tertentu hingga produk tersedia.
Adanya kemungkinan kehabisan stok barang atau produk.
Adanya potensi kecewa apabila produk tidak sesuai dengan ekspektasi.
(SNS)
Frequently Asked Question Section
Berapa estimasi waktu pre order?

Berapa estimasi waktu pre order?
Menurut laman Shopee.com, produk pre order memiliki pengemasan lebih lama, yaitu tujuh hari hingga 30 hari kerja.
Bagaimana jika barang pre order tidak tersedia?

Bagaimana jika barang pre order tidak tersedia?
Apabila barang dari vendor kosong, maka penjualan harus mengembalikan sejumlah uang yang sudah disepakati kepada pembeli.
Apa kekurangan dari sistem pre order?

Apa kekurangan dari sistem pre order?
Pembeli harus menunggu dalam waktu tertentu hingga produk tersedia, adanya kemungkinan kehabisan stok barang atau produk, adanya potensi kecewa apabila produk tidak sesuai dengan ekspektasi.
