Arti Replikasi, Teori Replikasi DNA, dan Modelnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meskipun kata replikasi terdengar umum, tapi ternyata belum semua mengerti arti replikasi sebenarnya. Kata replikasi biasanya merujuk pada DNA, sel, atau sesuatu yang digandakan.
Untuk lebih memahami arti replikasi, kamu bisa simak penjelasan selengkapnya di bawah ini. Terdapat pula penjelasan mengenai teori replikasi DNA berikut ini.
Pengertian Replikasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), replikasi adalah kemampuan virus memperbanyak diri. Sementara menurut buku Biologi Molekular oleh Triwibowo Yuwono, replikasi adalah suatu mekanisme yang berlangsung di dalam sel yang dilakukan untuk proses perbanyak sel.
Masih menurut KBBI, replikasi juga diartikan sebagai proses, cara meniru, atau penduplikatan. Namun, replikasi berbeda dengan replika.
Replikasi adalah proses penggandaan sesuatu atau barang, sedangkan replika merujuk pada barang tiruannya.
Teori Replikasi DNA
Kata replikasi erat kaitannya dengan replikasi DNA. Adapun replikasi DNA adalah proses biologis yang terjadi pada semua organisme hidup yang menjadi dasar pewarisan biologis.
Dikutip dari situs LibreTexts Biology, penemuan Watson dan Crick bahwa DNA adalah heliks ganda beruntai dua memberikan petunjuk tentang bagaimana DNA bereplikasi.
Selama pembelahan sel, setiap molekul DNA harus disalin dengan sempurna untuk memastikan molekul DNA yang identik berpindah ke masing-masing dari dua sel anak.
Struktur untai ganda DNA menunjukkan bahwa dua untai mungkin terpisah selama proses replikasi. Kemudian masing-masing untai berfungsi sebagai cetakan dari untai komplementer baru untuk disalin, dan menghasilkan dua molekul untai ganda.
Baca Juga: Mengenal DNA dan Fungsinya bagi Tubuh Manusia
Teori Model Replikasi DNA
Terdapat tiga teori model replikasi DNA, yakni konservatif, semikonservatif, dan dispersif. Berikut penjelasan selengkapnya.
1. Konservatif
Teori konservatif menjelaskan bahwa DNA bereplikasi dengan menggunakan DNA lama sebagai cetakan untuk DNA baru. DNA lama disalin untuk membuat DNA baru yang sama persis tanpa mengubah DNA lama. Jadi DNA lama tetap bertahan pada replikasi pertama, kedua, dan seterusnya.
2. Semikonservatif
Dikutip dari Encyclopaedia Britannica, Matthew Meselson dan Franklin Stahl meneliti replikasi DNA pada bakteri E.Coli dan menemukan teori replikasi semikonservatif.
Menurut Meselson dan Stahl, untai ganda DNA akan terpisah di mana basa-basa nitrogen tidak saling berhubungan lagi. Pemisahan basa-basa nitrogen dibantu oleh enzim helikase.
Dijelaskan lebih lanjut dalam situs yourgenome.org, setelah basa-basa nitrogen terpisah, DNA akan berbentuk seperti huruf Y, satu bagian adalah 3’ (leading strand), dan satu bagiannya lagi 5’ (lagging strand).
Teori semikonservatif menghasilkan dua turunan DNA yang terdiri atas satu untai lama dan satu untai baru heliks ganda dengan informasi yang sama persis dengan DNA lama.
3. Dispersif
Teori dispersif mereplikasi DNA dengan cara memutus rantai DNA asli dan menggabungkannya secara acak dengan DNA baru. Walaupun potongan DNA lama disebar secara acak, informasi DNA baru akan tetap sama persis dengan DNA lamanya.
Itulah penjelasan mengenai replikasi dan replikasi DNA. Semoga bermanfaat, ya!
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Apa itu model konservatif DNA?

Apa itu model konservatif DNA?
Teori konservatif menjelaskan bahwa DNA bereplikasi dengan menggunakan DNA lama sebagai cetakan untuk DNA baru.
Apa itu model semikonservatif DNA?

Apa itu model semikonservatif DNA?
Dikutip dari Encyclopaedia Britannica, Matthew Meselson dan Franklin Stahl meneliti replikasi DNA pada bakteri E.Coli dan menemukan teori replikasi semikonservatif.
Apa itu model dispersif DNA?

Apa itu model dispersif DNA?
Teori dispersif mereplikasi DNA dengan cara memutus rantai DNA asli dan menggabungkannya secara acak dengan DNA baru.
