Arti Safety dan Jenis-jenis Bahaya di Tempat Kerja

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti safety menurut Cambridge Dictionary adalah keadaan di mana seseorang aman dan tidak dalam bahaya atau berisiko.
Sementara menurut Merriam Webster, safety adalah kondisi aman dari pengalaman yang menyebabkan sakit, cedera, atau kehilangan.
Istilah safety sangat erat kaitannya dengan dunia kerja. Yuk, simak penjelasan selengkapnya mengenai safety berikut ini.
Apa yang Dimaksud dengan Safety?
Secara sederhana, arti kata safety jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah selamat atau keselamatan. Sementara untuk konteks pekerjaan, safety berarti usaha dalam melaksanakan setiap aktivitas pekerjaan dengan cara yang aman sehingga tidak sampai mengakibatkan kecelakaan.
Keselamatan tempat kerja mengacu pada pembatasan elemen yang dapat menyebabkan bahaya, kecelakaan, dan hasil negatif lainnya di tempat kerja.
Dalam sebuah pekerjaan, pekerja harus bekerja sesuai dengan aturan SOP (Standar Operasional Prosedur), agar terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan.
Badan pengatur seperti OSHA dan NFPA mengamanatkan berbagai tindakan keselamatan yang harus diambil oleh pemberi kerja dan memiliki wewenang untuk mengenakan denda jika penyelidikan mereka mengungkap pelanggaran terhadap standar ini.
Baca Juga: Mengenal Pengertian Etos Kerja, Manfaat, dan Contohnya
Jenis-jenis Bahaya di Tempat Kerja
Berikut beberapa jenis bahaya di tempat kerja yang mengancam keselamatan.
1. Kecelakaan Listrik
Kecelakaan listrik sangat umum terjadi di tempat kerja dan disebabkan oleh paparan yang tidak terlindungi dari stop kontak listrik bertegangan tinggi.
Kejutan listrik terjadi ketika kontak tubuh dengan listrik menyebabkan arus mengalir ke seluruh tubuh dan dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan kegagalan jantung atau pernapasan.
Berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan saat terjadi kecelakaan listrik, terutama guncangan dan luka bakar terjadi di tempat kerja.
Hindari menyentuh korban dengan tangan Anda.
Jangan keluarkan lecet atau daging yang terbakar dari tubuh korban.
Jangan mengoleskan salep apapun pada luka bakar.
2. Paparan Bahan Kimia Berbahaya
Bahan kimia beracun di tempat kerja juga dapat mengancam keselamatan karyawan. Paparan bahan kimia yang tak terkontrol dapat mengakibatkan sejumlah efek, mulai dari kanker dan kegagalan organ hingga kematian.
Karyawan dapat terpapar bahan kimia melalui penghirupan, kontak langsung atau tidak langsung dengan kulit, tertelan, dan injeksi. Untuk menghindari bahaya ini, maka karyawan melakukan hal ini:
Kenakan alat pelindung diri saat menangani bahan kimia di tempat kerja.
Batasi pemaparan karyawan terhadap bahan kimia dengan membuat work roaster.
Pantau keselamatan karyawan harian menggunakan formulir peninjauan keselamatan karyawan.
3. Bahaya Mesin & Alat
Karyawan yang membutuhkan penggunaan mesin dan peralatan seperti konstruksi atau transportasi berisiko mengalami kecelakaan mesin dan peralatan.
Dalam banyak kasus, kecelakaan ini disebabkan oleh penggunaan peralatan yang rusak, kurangnya pengetahuan yang memadai, cacat produk atau kelalaian tindakan pencegahan keselamatan yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu, perusahaan harus sering melakukan penilaian risiko. Alat dan mesin juga harus dirawat secara teratur dan diganti pada waktunya.
Tak kalah penting, karyawan harus menjalani pelatihan tentang cara menggunakan mesin dan peralatan. Mereka juga harus dibekali alat keselamatan kerja.
(DEL)
