Arti Syirik dalam Islam, Jenis, dan Contoh Perbuatannya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti syirik mengacu pada perbuatan atau keyakinan mempersekutukan sesuatu atau siapapun dengan Allah. Syirik termasuk dosa besar dalam Islam dan tidak akan diampuni Allah SWT.
Syirik bukan hanya ditandai dengan menyembah berhala. Ketika kita beribadah dengan niat mendapatkan pujian dari orang lain, itu juga termasuk perbuatan syirik dan tidak disukai Allah SWT.
Untuk lebih memahami terkait syirik, berikut ini penjelasan mengenai jenis syirik, hingga bahayanya untuk diri sendiri.
Pengertian Syirik dalam Islam
Mengutip dari laman muhammadiyah.co.id, syirik berasal dari kata Arab "sharika", yang berarti "asosiasi" atau "persekutuan". Dalam konteks agama Islam, syirik adalah bertentangan dengan konsep tauhid yang menekankan bahwa Allah adalah satu-satunya yang berhak disembah dan tidak ada yang setara denganNya.
Syirik dapat termanifestasi dalam berbagai bentuk, baik yang terang-terangan maupun yang lebih tersembunyi. Ini bisa melibatkan penyembahan kepada objek, manusia, atau kekuatan lain selain Allah, atau bisa juga dalam bentuk pengabdian kepada kepentingan atau hawa nafsu yang mengabaikan perintah Allah.
Dalam Al-Quran, syirik dianggap sebagai dosa yang sangat besar dan paling tidak terampuni. Ayat-ayat dalam Al-Quran menyatakan bahwa Allah tidak akan mengampuni syirik, namun Dia dapat mengampuni dosa-dosa lain selain syirik kepada siapa pun yang Dia kehendaki.
Dalam Al-Quran Surat An-Nisa ayat 48, Allah berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.
Baca juga: 5 Contoh Perbuatan Syirik yang Perlu Dihindari Umat Muslim
Jenis Syirik
Terdapat dua jenis syirik yang harus kita ketahui sebagai umat Islam agar tidak terpengaruh.
1. Syirik Besar (Syirik Akbar)
Merupakan perbuatan syirik yang sangat besar, seperti menyembah selain Allah atau percaya bahwa ada yang memiliki kekuatan yang sepadan dengan Allah.
2. Syirik Kecil (Syirik Asghar)
Merupakan perbuatan syirik yang lebih tersembunyi, seperti riya’ (berbuat baik untuk pujian manusia), sum’ah (mendengarkan pujian untuk tujuan riya’), dan lain-lain.
Contoh Perbuatan Syirik
Terdapat beberapa bentuk atau contoh perbuatan syirik dalam Islam yang dapat diidentifikasi:
Penyembahan Terhadap Selain Allah: Ini adalah bentuk syirik yang paling jelas, yaitu menyembah objek, makhluk, atau kekuatan lain selain Allah. Hal ini bisa termasuk menyembah berhala, patung, makhluk gaib, atau bahkan orang-orang yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
Mengklaim Kepartneran dengan Allah: Merupakan perbuatan mempercayai bahwa ada entitas lain yang memiliki kekuatan sebanding atau sama dengan Allah. Contohnya, meyakini adanya tuhan selain Allah yang memiliki kekuasaan.
Riya' (Pamer): Melakukan ibadah atau amal baik semata-mata untuk mendapat pujian manusia dan bukan karena tujuan mendekati Allah. Misalnya, beribadah atau memberi sedekah agar dipuji oleh orang lain.
Sum'ah (Mendengarkan Pujian): Merasa senang ketika mendengar pujian atas amal atau perbuatan baik yang dilakukan, dan hal ini menjadi motivasi utama untuk melanjutkan amal tersebut.
Takabbur (Kepedulian Terhadap Dirinya Sendiri): Merasa sombong atau superior atas amal kebaikan atau kebajikan tertentu yang dilakukan. Ini mengarah pada kesombongan yang menghalangi seseorang dari tawadhu’ (merendahkan diri di hadapan Allah).
Meminta Bantuan Kepada Selain Allah: Menyembah atau memohon pertolongan kepada selain Allah dalam keadaan yang seharusnya hanya Allah yang kita mohon pertolongan kepada-Nya.
Meyakini Kekuatan Astrologi atau Ramalan: Mempercayai bahwa bintang-bintang, zodiak, atau peramal memiliki pengaruh terhadap nasib dan kejadian manusia.
Mengorbankan untuk Makhluk: Melakukan ritual mengorbankan sesuatu kepada makhluk atau entitas lain dalam rangka mendapatkan keberkahan atau pertolongan.
Kekayaan atau Kekuasaan Sebagai Objek Pemujaan: Mengagungkan atau menyembah harta, kekuasaan, atau posisi sosial seseorang sebagai tujuan utama hidup, melebihi kepatuhan pada Allah.
(IR)
