Arti Tawakal dalam Islam, Dalil, serta Contohnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti tawakal dalam Islam secara sederhana adalah berserah kepada Allah Swt. Namun, berserah bukan berarti pasrah, ya.
Tawakal merupakan sikap yang harus dimiliki setiap Muslim. Sebab, hanya berusaha tanpa tawakal adalah bentuk kesombongan. Agar lebih memahami arti tawakal, simak penjelasan, dalil, serta contohnya di bawah ini.
Arti Tawakal dalam Islam
Tawakal berasal dari kata وكل (wakala) yang berarti menyerahkan, mempercayakan dan mewakilkan urusan kita kepada orang lain. Namun, dalam Islam, penyerahan tersebut ditujukan kepada Allah Swt.
Dalam buku Risalah Qusyairiyyah dijelaskan bahwa syarat tawakal sebagaimana yang diungkapkan Abu Turab AnNakhsyabi, yakni melepaskan anggota tubuh dalam penghambaan, menggantungkan hati dengan keutuhan, dan bersikap merasa cukup.
Ketika dia diberikan sesuatu, maka dia akan mengucapkan syukur. Jika tidak, maka dia bersabar. Itulah tawakal.
Tawakal wajib dilakukan seolah Muslim setelah ikhtiar (usaha) secara maksimal. Muslim tidak dibenarkan untuk menyerahkan (tawakal) segala urusan kepada Allah Swt. sebelum melaksanakan usaha terbaiknya.
Dalil Tawakal dalam Al-Quran
Dalil soal tawakal bisa kamu temukan dalam Al-Quran surah Al-Maidah ayat 23, yang artinya sebagai berikut:
“Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Al-Maidah [5]:23)
Allah Swt. juga berfirman dalam Al Qur’an surah Ali Imran ayat 159 tentang tawakal, artinya sebagai berikut:
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali Imran [3]:159)
Ayat-ayat di atas jelas menunjukkan bahwa manusia harus berusaha lebih dahulu sebelum bertawakal. Jadi, jangan asal berpasrah diri, ya.
Contoh Tawakal
Berikut beberapa contoh tawakal dalam kehidupan sehari-hari agar kamu lebih memahami konsep tawakal.
Selalu bersyukur atas segala nikmat yang diperoleh dari Allah Swt., misalnya ketika naik jabatan, serta tetap bersabar jika ditimpa musibah.
Berserah kepada Allah Swt. setelah belajar keras untuk ujian.
Berprasangka baik terhadap Allah Swt. atas kejadian apa pun menimpa dirinya.
Tidak mudah berputus asa atau terus berkeluh kesah saat berusaha.
Sebelum dan setelah mengerjakan sesuatu, berdoa dan menyerahkan semuanya kepada Allah Swt. Misalnya, berdoa agar hasil pekerjaan bisa bermanfaat bagi banyak orang, termasuk diri sendiri.
Bertawakak kepada Allah Swt saat meninggalkan rumah s sementara waktu.
Saat ditimpa penyakit, berobat ke rumah sakit lalu berserah diri dan memohon kesembuhan kepada Allah Swt.
Itulah arti tawakal, dalil, serta contohnya. Semoga membantu menjawab kebingunganmu, ya.
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Tawakal wajib dilakukan seolah Muslim setelah

Tawakal wajib dilakukan seolah Muslim setelah
ikhtiar (usaha) secara maksimal. Muslim tidak dibenarkan untuk menyerahkan (tawakal) segala urusan kepada Allah Swt. sebelum melaksanakan usaha terbaiknya.
Apa dalil tawakal?

Apa dalil tawakal?
“Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Al-Maidah [5]:23)
Apa contok tawakal?

Apa contok tawakal?
Selalu bersyukur atas segala nikmat yang diperoleh dari Allah Swt., misalnya ketika naik jabatan, serta tetap bersabar jika ditimpa musibah.
