Konten dari Pengguna

Arti Wacana Menurut Ahli dan Jenis-jenisnya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti Wacana Menurut Ahli. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Arti Wacana Menurut Ahli. Foto: Unsplash

Arti wacana menurut KBBI adalah komunikasi verbal dan percakapan. Selain itu, wacana juga diartikan sebagai satuan bahasa terlengkap yang direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh, seperti novel, buku, artikel, pidato, atau khotbah.

Masih menurut KBBI, wacana juga berarti kemampuan atau prosedur berpikir secara sistematis, serta kemampuan atau proses memberikan pertimbangan berdasarkan akal sehat.

Yuk, simak penjelasan selengkapnya mengenai wacana dan jenis-jenisnya di bawah ini agar makin paham.

Pengertian Wacana Menurut Para Ahli

Pengertian Wacana Menurut Para Ahli. Foto: Unsplash

Berikut beberapa pendapat ahli terkait wacana, yuk simak agar makin paham!

1. Eti Setiawati dan Roosi Rusmawati

Menurut Eti Setiawati dan Roosi Rusmawati dalam buku Analisis Wacana (Konsep, Teori, dan Aplikasi) (2019), wacana merupakan satuan bahasa yang paling lengkap dalam hierarki gramatikal tertinggi atau terbesar.

Wacana mempunyai bentuk serta proposisi yang berkesinambungan. Ada awalan dan akhiran yang jelas dalam sebuah wacana. Bentuk penyampaiannya bisa lewat media lisan ataupun tertulis.

2. Junaiyah H. M. dan E. Zaenal Arifin

Menurut Junaiyah H. M. dan E. Zaenal Arifin dalam buku Keutuhan Wacana (2010), wacana adalah unsur bahasa terlengkap dan menjadi satuan tertinggi dalam sebuah hierarki gramatikal, direalisasikan dalam karangan utuh dengan kelengkapan amanat, karena ada hubungan isi (koherensi) dan hubungan bahasa (kohesi) yang erat dan serasi.

3. Anton Moeliono

Menurut Anton Moeliono (1995), wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan sehingga terbentuklah makna serasi di antara kalimat itu.

4. Carlson

Menurut Carlson (1983), wacana adalah rentangan ujaran yang berkesinambungan (urutan kalimat-kalimat individual). Wacana tidak hanya terdiri dari untaian ujaran atau kalimat yang secara gramatikal tersusun secara rapi.

5. Syamsudin

Menurut Syamsudin (1992), wacana adalah rangkaian ujar atau rangkaian tindak tutur yang mengungkapkan suatu hal (subjek) yang disajikan secara teratur, sistematis, dalam suatu kesatuan yang koheren, dibentuk oleh unsure segmental maupun nonsegmental.

Baca Juga: Pengertian Teks Editorial, Fungsi, hingga Contohnya

Jenis-jenis Wacana

Jenis-jenis Wacana. Foto: Unsplash

Berikut jenis-jenis wacana menurut bahasanya, pemakaiannya, dan pemaparannya.

1. Jenis Wacana Berdasarkan Bahasa

Berdasarkan sudut pandang bentuk bahasanya, wacana dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Wacana lisan, merupakan penyampaian wacana secara langsung. Dalam penyampaiannya, wacana lisan jauh lebih pendek dibanding wacana tulis. Selain itu, penyampai wacana ini juga harus memakai gerakan tubuh yang sesuai untuk memperjelas konteks apa yang sedang disampaikan.

  • Wacana tulis, merupakan penyampaian wacana lewat media tulis atau teks. Dalam penyampaiannya, wacana tulis jauh lebih panjang dan menggunakan bahasa baku. Selain itu, jenis wacana ini juga memiliki unsur kebahasaan yang lengkap, artinya tidak menghilangkan satu atau dua bagiannya.

2. Jenis Wacana Berdasarkan Pemakaiannya

Jenis wacana juga bisa dibedakan berdasarkan pemakaiannya, yaitu:

  • Wacana monolog, merupakan jenis wacana yang disampaikan oleh satu orang, tanpa melibatkan orang lain. Wacana monolog bisa ditemui dalam ceramah, orasi, dan lainnya.

  • Wacana dialog, merupakan jenis wacana yang dipakai dalam bentuk interaksi. Wacana ini terjadi ketika ada dua orang atau lebih saling berinteraksi dan terjadi pergantian peran antar keduanya. Misal pembicara jadi pendengar.

  • Wacana polilog, merupakan jenis wacana yang melibatkan lebih dari dua orang dan semuanya berperan aktif dalam sebuah interaksi. Biasanya jenis wacana ini menggunakan topik yang luas sebagai bahan pembicaraannya. Wacana polilog bisa ditemui dalam debat atau diskusi.

2. Jenis Wacana Berdasarkan Pemaparannya

Berdasarkan pemaparannya, wacana bisa dibedakan menjadi lima, yaitu:

  • Wacana naratif, merupakan jenis wacana yang isinya mengandung rangkaian peristiwa. Tujuannya untuk memperluas pengetahuan pembaca atau pendengar.

  • Wacana prosedural, merupakan jenis wacana yang berisi paparan mengenai suatu proses yang berurutan atau kronologis. Tujuannya untuk menjawab pertanyaan bagaimana cara atau menghasilkan sesuatu.

  • Wacana deskriptif, merupakan jenis wacana yang berisi pemaparan tentang kejadian sebenarnya. Tujuannya untuk menyampaikan kesan utama tentang suatu hal.

  • Wacana eksposisi, merupakan jenis wacana yang isinya memuat keterangan atau penjelasan tentang suatu pokok pikiran. Tujuannya untuk menyampaikan fakta secara berurutan dan logis.

  • Wacana persuasi, merupakan jenis wacana yang berisi paparan tentang penjelasan suatu hal, bertujuan untuk meyakinkan pembaca atau pendengar agar menuruti apa yang disampaikan penulis.

Itulah penjelasan mengenai wacana hingga jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat, ya!

(DEL)

Frequently Asked Question Section

Apa arti wacana monolog?
chevron-down

Wacana monolog, merupakan jenis wacana yang disampaikan oleh satu orang, tanpa melibatkan orang lain. Wacana monolog bisa ditemui dalam ceramah, orasi, dan lainnya.

Apa arti wacana dialog?
chevron-down

Wacana dialog, merupakan jenis wacana yang dipakai dalam bentuk interaksi. Wacana ini terjadi ketika ada dua orang atau lebih saling berinteraksi dan terjadi pergantian peran antar keduanya. Misal pembicara jadi pendengar.

Apa arti wacana polilog?
chevron-down

Wacana polilog, merupakan jenis wacana yang melibatkan lebih dari dua orang dan semuanya berperan aktif dalam sebuah interaksi. Biasanya jenis wacana ini menggunakan topik yang luas sebagai bahan pembicaraannya. Wacana polilog bisa ditemui dalam debat atau diskusi.