Konten dari Pengguna

Ketahui Arti Retur dan Cara Melakukan Pengembalian Produk yang Mudah

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Arti Retur. Sumber: Pexels/Jopwell
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Arti Retur. Sumber: Pexels/Jopwell

Sebelum memasuki dunia bisnis, ada baiknya untuk mengetahui arti retur. Sebab, dunia bisnis tidak selalu berjalan dengan baik. Retur produk bisa saja terjadi.

Kondisi-kondisi tidak terduga dapat menyebabkan produk rusak. Jika demikian, biasanya pelanggan akan melakukan retur.

Arti Retur dan Jenis-Jenisnya

Ilustrasi Arti Retur. Sumber: Pexels/Jopwell

Istilah retur mungkin sudah tidak asing bagi sebagian orang. Terutama orang-orang yang berkecimpung di dunia bisnis. Arti retur secara sederhana adalah pengembalian barang atau produk karena spesifikasi yang tidak sesuai dengan akad.

Retur atau pengembalian produk dapat terjadi karena banyak alasan. Misalnya terdapat kerusakan barang, perbedaan kualitas, warna yang berbeda, keterlambatan pengiriman, ukuran yang salah, dan masih banyak alasan lainnya.

Retur produk terbagi menjadi dua jenis. Adapun jenis-jenis retur sebagai berikut.

1. Retur Pembelian

Dikutip dari buku Pengantar Akuntansi Berdasarkan SAK ETAP dan IFRS (EDISI III), Bahri (2020), retur pembelian terjadi apabila barang yang dibeli tidak sesuai dengan pesanan atau cacat sehingga dikembalikan ke penjual.

Retur pembelian ini akan membebaskan tanggung jawab pelanggan kepada penjual. Retur pembelian terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu kredit untuk pembelian yang dikembalikan dan pengembalian untuk pembelian tunai.

2. Retur Penjualan

Jenis pengembalian yang kedua adalah retur penjualan. Retur penjualan merupakan penerimaan penjualan atas barang yang dikembalikan oleh pelanggan. Pengembalian ini terjadi jika terdapat ketidaksesuaian barang yang dikirim oleh penjual kepada pelanggan.

Pengembalian barang ini dapat menyebabkan pengurangan faktur pembeli. Pada suatu transaksi penjualan, penjual akan membagi pengembalian menjadi tiga jenis, antara lain sebagai berikut.

  • Pengembalian yang akan mengurangi klaim pembeli

  • Retur penjualan yang akan mengembalikan uang pembeli

  • Retur penjualan untuk mengganti barang rusak dengan barang baru

Cara Melakukan Retur Produk

Ilustrasi Arti Retur. Sumber: Pexels/Jopwell

Jika barang yang dipesan tidak sesuai, pelanggan dapat mengembalikan produk kepada penjual. Berikut cara umum untuk melakukan retur barang.

  1. Pertama, identifikasi alasan retur. Misalnya adanya kerusakan dan sebagainya.

  2. Setelah itu, periksa kebijakan retur. Pastikan untuk memahami syarat dan ketentuan yang berlaku.

  3. Siapkan bukti pembelian seperti faktur.

  4. Hubungi pihak penjual dan jelaskan niat untuk melakukan retur.

  5. Kemas barang yang akan dikembalikan dengan baik untuk menghindari kerusakan.

  6. Kirim barang menggunakan layanan pengiriman terpercaya.

  7. Selanjutnya, tindaklanjuti dan ikuti proses retur hingga selesai.

Baca juga: Arti Wirausaha dan Ciri-Cirinya

Arti retur adalah pengembalian barang atau produk kepada penjual. Alasan melakukan retur barang adalah karena adanya kerusakan atau ketidaksesuaian bentuk, warna, dan sebagainya. (FAR)