Memahami Arti Musyrik, Ciri-Ciri, dan Bahayanya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti musyrik dalam Islam merujuk pada kegiatan atau aktivitas yang menyekutukan Allah SWT. Musyrik termasuk ke dalam dosa besar dalam Islam, bahkan tidak diampuni oleh Allah SWT.
Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami arti musyrik dan menghindari perbuatan syirik. Dalam artikel ini, akan djelaskan arti musyrik, mengidentifikasi ciri-ciri musyrik, dan membahas bahayanya dalam konteks keagamaan.
Arti Musyrik
Arti musyrik dalam agama Islam adalah perbuatan atau keyakinan menyekutukan Tuhan dengan sesuatu atau seseorang selain Allah. Musyrik adalah dosa besar dalam Islam, dan dianggap sebagai tindakan yang paling berdosa.
Istilah "musyrik" berasal dari bahasa Arab "mushrik," yang berarti "orang yang melakukan syirk" atau "penyekutukan." Syirk adalah tindakan mempercayai atau menyembah selain Allah, yang merupakan dosa paling besar dalam Islam.
Dalam Al-Quran, ada banyak ayat yang mengingatkan umat Islam tentang pentingnya menjauhi perbuatan musyrik. Salah satunya, tercantum dalam QS Al-Kahfi ayat 10:
إِذْ أَوَى ٱلْفِتْيَةُ إِلَى ٱلْكَهْفِ فَقَالُوا۟ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Artinya: “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabbnya.”
Kemudian, dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah SWT berfirman untuk menyembah hanya kepada Allah SWT semata.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: "Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu bertakwa."
Ciri-Ciri Musyrik
Berikut adalah beberapa ciri-ciri musyrik:
Memiliki keyakinan yang bertentangan dengan ajaran Islam: Musyrik memiliki keyakinan yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti memuja berhala atau menyembah makhluk selain Allah SWT.
Tidak mengakui keesaan Allah SWT: Musyrik tidak mengakui keesaan Allah SWT dan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu atau seseorang.
Tidak mengikuti ajaran Islam secara kaffah: Musyrik tidak mengikuti ajaran Islam secara kaffah atau menyeluruh. Mereka memilih untuk mengikuti ajaran Islam yang sesuai dengan keinginan mereka sendiri dan tidak mengikuti ajaran Islam secara utuh.
Tidak menghormati Nabi Muhammad SAW: Musyrik tidak menghormati Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir dan rasul Allah SWT. Mereka juga tidak mengikuti ajaran-ajarannya.
Memiliki Sifat Riya: Riya termasuk ke dalam musyrik kecil di mana seseorang melakukan ibadah agar dilihat oleh orang lain atau untuk pamer.
Baca juga: Ayat Alquran Tentang Hajinya Orang-Orang Musyrik
Bahaya Musyrik
Musyrik adalah dosa besar dalam Islam dan memiliki bahaya yang sangat besar bagi kehidupan seseorang di dunia dan akhirat. Berikut adalah beberapa bahaya musyrik:
1. Tidak Akan Diampuni Dosanya
Allah SWT menyatakan bahwa dosa syirik tidak akan diampuni dan akan mengakibatkan seseorang masuk ke dalam neraka selamanya.
Hal ini tertulis dalam Al-Quran Surat An-Nisa ayat 48, Allah SWT berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar."
2. Tidak Akan Diterima Amal Ibadahnya
Musyrik tidak akan diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT. Semua amal ibadah yang dilakukan oleh musyrik akan sia-sia dan tidak akan membawa kebaikan bagi dirinya.
Hal ini tertuang dalam firman Allah SWT pada Surah Az Zumar ayat 65:
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Artinya: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu berbuat syirik, niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”
3. Tidak Akan Mendapatkan Syafaat Nabi Muhammad SAW
Musyrik tidak akan mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW di hari kiamat. Syafaat Nabi Muhammad SAW hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman dan taat kepada Allah SWT.
Abu Hurairah pernah bertanya pada Nabi Muhammad SAW, "Siapakah orang yang paling beruntung dengan syafa’at engkau?” Beliau menjawab, “Ialah orang yang mengucapkan La Ilaha Illallah dengan ikhlas dari dalam hatinya.” (HR. Ahmad dan Bukhori).
(IR)
