Memahami Pengertian Akidah Islam dan Pedomannya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asal kata akidah Islam diambil dari bahasa Arab, artinya adalah tali pengikat sesuatu dengan yang lain, sehingga menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Akidah Islam berkaitan erat dengan ideologi muslim. Akidah inilah yang menyatukan seluruh umat Islam di dunia. Akidah Islam melahirkan perbuatan yang berlandaskan hukum-hukum Allah Swt.
Oleh karena itu, penting untuk memahami pengertian akidah Islam. Simak pembahasan selengkapnya mengenai akidah Islam di bawah ini.
Memahami Definisi Akidah Islam
Abdullah bin Abdil Aziz Al Jibrin dalam kitab Mukhtasar Syarah Tashil Aqidah Al-Islamiyah menjelaskan pengertian akidah Islam secara etimologi, yakni berasal dari kata al-aqdu yang berarti asy-syaddu (pengikatan), ar-babtu (ikatan), al-itsaaqu (mengikat), ats-tsubut (penetapan), al-ihkam (penguatan).
Adapun secara istilah, menurut Yazid Abdul Qadir Jawas dalam Syarah Aqidah Alhussunnah Wal Jama’ah, akidah adalah iman yang teguh dan pasti yang tidak ada keraguan sedikitpun bagi orang yang meyakininya.
Iman inilah yang ibarat tali, mengikat umat muslim menjadi kesatuan yang tak terpisahkan. Di dalam Islam sendiri, terdapat rukun iman yang wajib dipercayai setiap muslim.
Baca Juga: Pengertian Rukun Iman dan Maknanya dalam Ajaran Islam
Iman kepada Allah Swt. adalah butir rukun iman yang pertama. Al-Quran mengajarkan akidah tauhid kepada kita, yaitu menanamkan keyakinan terhadap Allah Swt. yang satu, yang tidak pernah tidur dan tidak beranak pinak.
Jika seseorang beriman kepada selain Allah Swt., berarti akidahnya bukan Islam. Akidah tauhid inilah yang menjadi pondasi kuat dalam agama Islam.
Pedoman Akidah Islam
Dasar-dasar pedoman akidah Islam dapat ditemukan dalam Al-Quran dan hadits. Sebagaimana termaktub dalam surat Al Baqarah ayat 285. Allah Swt berfirman:
اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ ٢٨٥
Artinya: “Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.”
Al-Quran dan hadits merupakan dasar akidah Islam dan pegangan serta pedoman bagi kaum muslim. Selama berpegang kepada keduanya, maka seseorang akan selamat dari kesesatan. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw. berikut:
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ
“Telah kutinggalkan kepadamu dua pedoman, jika kamu tetap berpegang kepada keduanya, kamu takkan tersesat selama-lamanya, yakni Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunah Rasulullah.” (HR Al Hakim)
(DEL)
