Mengenal Apa Itu Muhasabah Diri dan Dalilnya dalam Al-Qur'an

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap umat muslim perlu melakukan muhasabah diri. Apa itu muhasabah diri?
Masih banyak orang yang tidak mengetahui istilah yang satu itu. Padahal muhasabah diri merupakan perkara yang sangat besar dalam agama.
Penjelasan Apa Itu Muhasabah Diri
Apa itu muhasabah diri? Dikutip dari buku Manakemen Muhasabah Diri, Bachrun (2011), muhasabah dapat diartikan sebagai perenungan diri untuk menghitung apa yang telah kita lakukan sebelum Allah Swt. menghisab amal kita pada Hari Pembalasan.
Muhasabah diri dikenal juga sebagai intropeksi diri. Muhasabah diri dilakukan untuk membersihkan diri dari kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat oleh seseorang. Muhasabah diri dapat dilakukan dengan memperhatikan, merenungi, dan mengenal kelemahan diri sendiri.
Muhasabah diri memiliki dua macam. Adapun macam-macam muhasabah diri sebagai berikut.
1. Muhasabah Sebelum Berbuat
Macam yang pertama adalah muhasabah sebelum berbuat. Maksudnya adalah sebelum melakukan sesuatu, harus berpikir sejenak. Muhasabah ini dapat melindungi seorang muslim dari syirik. Selain itu juga melindungi agar tidak terjerumus ke hal-hal yang buruk.
2. Muhasabah Setelah Berbuat
Muhasabah setelah berbuat sesuatu dapat dilakukan dengan introspeksi. Misalnya introspeksi mengenai perbuatan yang lebih baik ditinggalkan atau dilakukan.
Dalil Muhasabah Diri dalam Al-Qur’an
Ada banyak ayat Al-Qur’an yang memerintahkan umat muslim untuk muhasabah diri. Berikut di antaranya.
1. Al-Hasyr ayat 18-19
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴿ ١٨﴾ وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ ﴿ ١٩﴾
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.”
2. An-Nur ayat 24
وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Artinya: “Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”
3. Al-A'araf ayat 201
اِنَّ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا اِذَا مَسَّهُمْ طٰۤىِٕفٌ مِّنَ الشَّيْطٰنِ تَذَكَّرُوْا فَاِذَا هُمْ مُّبْصِرُوْنَۚ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).”
Baca juga: Muhibbin Artinya Orang yang Ikhlas Beramal, Ini Ciri-Ciri Ikhlas dalam Islam
Apa itu muhasabah diri? Muhasabah dalam bahasa Indonesia dikenal juga sebagai intropeksi diri. Semoga penjelasan tadi dapat membantu umat Islam yang ingin introspeksi diri untuk menghapus kesalahan yang pernah dibuat. (FAR)
