Mengenal Arti Baptis dan Cara Melakukannya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti baptis merujuk salah satu ritual yang dilakukan oleh umat kristiani untuk pembersihan dosa dan kelahiran kembali ke dalam kehidupan Kristiani. Baptis menandakan bahwa seseorang seutuhnya menjadi milik kristus.
Baptisan dianggap sebagai langkah awal dalam perjalanan kehidupan beriman. Melalui sakramen ini, seseorang diterima ke dalam gereja dan dianggap sebagai bagian dari umat Kristen.
Untuk lebih memahami mengenai arti baptis serta cara melakukan ritualnya, simak dalam ulasan berikut ini.
Arti Baptis
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti baptis merujuk pada sebuah sakramen untuk penerimaan seseorang ke dalam gereja. Untuk melakukan baptis, biasanya menggunakan air sebagai simbol penyucian.
Baptis dilakukan sebagai syarat untuk menerima sakramen-sakramen lain, seperti konfirmasi dan ekaristi. Hal ini sesuai dengan Kitab Hukum Kanonik kanon 842 ps 1 yang menyebutkan bahwa:
“Orang yang belum dibaptis tidak dapat diizinkan menerima sakramen-sakramen lain dengan sah.”
Baptis juga merupakan tanda keimanan seseorang terhadap Yesus. Mengutip dari laman resmi Katredal Medan, dijelaskan bahwa sakramen baptis memiliki makna yang sangat penting.
Baptis bukan hanya sekadar simbol atau tanda, melainkan juga sebagai sarana untuk mengekspresikan iman seseorang kepada Yesus Kristus serta sebagai langkah untuk diterima sebagai bagian dari komunitas gereja.
Lebih dari itu, baptis juga dianggap sebagai representasi dari proses pembersihan dosa, simbol dari awal perjalanan hidup yang baru, dan penandanya kematian bersama Yesus.
Syarat Melakukan Baptis
Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan baptis. Syarat-syarat tersebut dapat berbeda-beda tergantung pada agama dan gereja yang melakukan sakramen baptis. Berikut adalah beberapa syarat yang umumnya diperlukan untuk melakukan baptis:
Usia: Untuk baptis bayi, umumnya usia bayi tersebut harus di bawah 7 tahun. Sedangkan untuk baptis dewasa, syarat usia minimal adalah 7 tahun atau sudah dewasa.
Persiapan: Calon baptis harus mempersiapkan diri dengan mengikuti kelas bina iman atau masa pendalaman iman lanjutan bagi baptisan baru.
Akta kelahiran: Untuk baptis dewasa, syarat baptis adalah memiliki akta kelahiran.
Persetujuan orang tua: Untuk baptis bayi atau anak-anak, persetujuan orang tua atau wali baptis diperlukan.
Bertobat: Sebelum melakukan baptis, calon baptis harus bertobat dari dosa-dosanya.
Percaya: Calon baptis harus percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat. Calon baptis harus menjadi murid Kristus dan siap untuk mengikuti ajaran-Nya.
Surat pengantar: Untuk baptis di gereja yang berbeda, calon baptis harus memiliki surat pengantar dari paroki asal yang menyatakan bahwa calon baptis adalah umat paroki tersebut
Syarat-syarat di atas dapat berbeda-beda tergantung pada agama dan gereja yang melakukan sakramen baptis. Oleh karena itu, sebaiknya calon baptis menanyakan syarat-syarat yang berlaku di gereja atau agama yang akan melakukan sakramen baptis.
Baca juga: Mengenal Kisah Kanak-kanak Yesus dalam Agama Kristen
Cara Melakukan Baptis
Cara melakukan baptisan dapat bervariasi tergantung pada tradisi dan praktik dari denominasi agama atau gereja yang melakukan ritual tersebut. Namun, secara umum, ada beberapa prinsip yang umumnya diikuti:
Persiapan Ritual: Sebelum melakukan baptisan, persiapan ritual biasanya dilakukan. Ini bisa mencakup pembicaraan atau instruksi kepada calon atau keluarga calon mengenai makna dan prosedur baptisan.
Tempat dan Waktu: Baptisan bisa dilakukan di tempat ibadah, seperti gereja, sungai, atau tempat yang dianggap sakral dalam keyakinan tersebut. Waktu yang dipilih juga bisa bervariasi, tergantung pada tradisi atau kebijakan gereja.
Pemilihan Air Suci: Air yang digunakan untuk baptisan biasanya dianggap sebagai air suci atau simbol kebersihan rohani. Cara penggunaan air juga bisa bervariasi, ada yang dengan mencelupkan kepala ke dalam air, menuangkan air di atas kepala, atau merendam tubuh bagian tertentu dengan air.
Doa dan Ritual: Sebelum, selama, atau setelah proses penyucian dengan air, terkadang terdapat doa-doa dan kata-kata sakral yang diucapkan oleh pemimpin ritual atau pendeta. Ini dapat berupa doa pemberkatan, pernyataan iman, atau kata-kata penting lain yang melambangkan makna baptisan.
Partisipasi dan Kesaksian: Baptisan seringkali disaksikan oleh anggota komunitas keagamaan sebagai simbol penerimaan dalam komunitas tersebut. Terkadang juga ada pertanyaan atau pernyataan dari pemimpin ritual yang menanyakan kesediaan dan keyakinan calon yang akan dibaptis.
Tindak Lanjut: Setelah baptisan, seringkali ada tindak lanjut dalam bentuk perayaan, penandatanganan sertifikat baptisan, atau bimbingan lanjutan terkait ajaran dan praktik keagamaan yang dianut.
Penting untuk dicatat bahwa prosedur dan praktik baptisan dapat sangat bervariasi di antara denominasi dan keyakinan agama yang berbeda. Masing-masing memiliki panduan dan tradisi tersendiri yang harus diikuti selama pelaksanaan baptisan.
