Pengertian Gambar Cerita, Ciri-ciri dan Cara Membuatnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat kita membaca komik atau dongeng, biasanya terdapat gambar. Nah, itulah pengertian gambar cerita, yakni gambar yang berfungsi memperjelas isi cerita.
Untuk memahami mengenai gambar cerita lebih baik, kamu bisa simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Apa yang Dimaksud dengan Gambar Cerita?
Gambar cerita adalah salah satu jenis karya sastra yang umumnya diperuntukkan bagi anak-anak demi memupuk kebiasaan membaca mereka.
Gambar cerita mengombinasikan antara gambar atau lukisan dengan tulisan yang menceritakan tentang suatu peristiwa atau kisah tertentu.
Dengan adanya gambar cerita pada sebuah buku, maka dapat menarik minat anak-anak untuk membaca. Anak-anak juga dapat lebih mudah menangkap maksud cerita.
Baca Juga: Pengertian Komik, Manfaat, dan Contoh Berdasarkan Genrenya
Ciri-ciri Gambar Cerita
Ada beberapa ciri-ciri atau karakteristik dari gambar cerita, di antaranya adalah:
Gambar menunjukkan peristiwa dalam sebuah cerita.
Teks dialog atau narasi dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca.
Komposisi dari gambar lebih banyak dibandingkan tulisan.
Cerita ditulis menggunakan bahasa percakapan sehari-hari.
Memiliki unsur intrinsik yang disajikan dalam tulisan, gambar serta simbol.
Memiliki komposisi panel gambar yang proporsional.
Teks mengandung unsur-unsur tipografi dengan gaya serta bentuk huruf yang dapat mengekspresikan emosi para tokohnya.
Terdapat unsur humor.
Memiliki balon kata untuk menunjukkan dialog.
Cara Membuat Gambar Cerita
Mengutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, berikut cara membuat gambar cerita.
1. Alat dan Bahan
Untuk membuat gambar cerita, persiapkan terlebih dahulu alat dan bahannya. Dalam mempersiapkan alat dan bahan, sesuaikan dengan teknik yang akan digunakan.
Beberapa teknik menggambar cerita adalah sebagai berikut:
Teknik arsir, yakni teknik ilustrasi gambar dengan garis-garis menyilang dan sejajar untuk membentuk objek gambar. Alat dan bahan yang digunakan umumnya hanya pensil warna dan kertas.
Teknik gosok, yakni teknik dussel yang dilakukan dengan cara menggoreskan pensil ke obyek gambar untuk memberikan kesan estetik.
Teknik basah, yakni menggambar menggunakan cat air atau cat minyak. Biasanya diaplikasikan di atas kanvas atau kertas yang tebal.
Teknik pointilis, yakni teknik gambar dengan membuat titik pada media gambar. Titik ini kemudian ditumpuk hingga membuat sebuah obyek.
2. Menentukan Tema
Tema berkaitan dengan objek gambar. Setelah memutuskan tema cerita, mulailah mencari objek gambar.
Objek gambar benda hidup biasanya manusia, hewan, dan tumbuhan. Pemilihan tema pastinya menentukan gambar yang dibuat.
Tema dapat ditemukan dengan memperhatikan lingkungan sekitar atau pengalaman diri sendiri dan orang lain untuk dijadikan cerita.
3. Membuat Sketsa
Pembuatan sketsa harus dikerjakan dengan baik, hal ini akan menentukan gambar cerita yang dibuat dapat maksimal atau tidak.
Sketsa gambar cerita sebaiknya dibuat lebih dari satu, sehingga akan banyak pilihan mana yang akan ditampilkan.
4. Penyelesaian Gambar
Setelah sketsa dibuat dan gambar cerita ditentukan, saatnya memberikan warna. Terdapat dua teknik pewarnaan, yaitu basah dan kering.
Teknik pewarnaan basah yaitu menggunakan media tinta, cat air, atau cat minyak. Sedangkan teknik pewarnaan kering ialah menggunakan media kering seperti crayon dan pensil warna.
(DEL)
