Pengertian Ghibah dalam Islam dan Dampaknya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ajaran Islam, pengertian ghibah merujuk pada salah satu perilaku yang dilarang dalam Islam karena dapat menimbulkan kerusakan sosial dan spiritual.
Dalam bahasa populer atau bahasa gaul, ghibah juga disebut dengan gosip, yakni membicarakan sesuatu hal yang belum jelas kebenarannya. Ghibah juga diartikan dengan membicarakan kejelekan atau aib orang lain.
Bahkan, dalam Islam, seseorang yang suka menggibahi saudara atau tetangganya diibaratkan seperti memakan daging saudaranya sendiri. Oleh karena itu, dengan tegas Islam melarang perilaku ghibah.
Pengertian Ghibah dalam Islam
Ghibah dalam Islam merujuk pada tindakan mengumpat, membicarakan, atau menyebarkan sesuatu yang merugikan atau merendahkan seseorang di belakangnya tanpa alasan yang jelas atau tanpa kehadiran yang bersangkutan.
Ghibah dianggap sebagai perbuatan buruk yang bertentangan dengan prinsip keadilan, kasih sayang, dan kesopanan dalam hubungan antarmanusia.
Allah SWT dalam Al-Qur'an menjelaskan secara tegas tentang larangan ghibah dalam Surat Al-Hujurat ayat 12 yang berbunyi:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."
Contoh Perilaku Ghibah
Perilaku ghibah dapat terjadi dalam berbagai bentuk, dan ini terjadi ketika seseorang membicarakan atau mengomentari seseorang yang tidak hadir dengan cara yang merendahkan atau merugikan. Beberapa contoh perilaku ghibah meliputi:
Ketika seseorang membicarakan sisi buruk seseorang tanpa alasan yang jelas atau keperluan yang penting, bahkan jika itu benar. Misalnya, membicarakan penampilan fisik seseorang secara negatif tanpa tujuan yang baik.
Menyebarkan informasi negatif tentang seseorang kepada orang lain tanpa alasan yang jelas atau kebenaran yang pasti. Misalnya, menyebarkan rumor tentang kehidupan pribadi seseorang tanpa kepentingan yang jelas.
Saat seseorang membicarakan kesalahan atau kegagalan orang lain tanpa memberikan solusi atau membantu untuk memperbaiki situasi tersebut.
Ketika seseorang membeberkan rahasia atau informasi pribadi seseorang kepada orang lain tanpa izin atau tanpa keperluan yang mendesak.
Menyuarakan pendapat atau komentar yang merendahkan atau merugikan seseorang di platform publik seperti media sosial tanpa pertimbangan yang baik.
Saat seseorang secara terbuka menyatakan dukungan atau persetujuan kepada seseorang, tetapi kemudian mengkritik atau membicarakan hal-hal negatif tentangnya di belakangnya.
Dampak dan Bahaya Ghibah
Ghibah memiliki dampak yang merugikan, tidak hanya bagi yang menjadi objek ghibah, tetapi juga bagi pelaku ghibah itu sendiri dan masyarakat secara umum. Beberapa dampak dan bahaya dari ghibah antara lain:
Ghibah dapat merusak hubungan antarmanusia, menimbulkan konflik, ketidakpercayaan, dan perpecahan di antara orang-orang yang terlibat.
Pelaku ghibah kehilangan kepercayaan dari orang lain karena perilaku negatif yang mereka tunjukkan.
Dalam Islam, ghibah juga merusak kebaikan spiritual seseorang karena melanggar norma etika dan ajaran agama.
Ghibah sering kali menyebabkan sikap negatif terhadap orang yang digunjingkan dan dapat berujung pada fitnah atau pencemaran nama baik.
Perilaku ghibah juga bisa mendatangkan kemurkaan Allah SWT, sebagaimana hadis Rasulullah SAW:
Dari Abu Barzah Al Aslamy berkata; Rasulullah SAW bersabda: “Wahai orang yang imannya masih sebatas lisannya dan belum masuk ke hati, janganlah kalian mengghibah (menggunjing) orang-orang muslim, janganlah kalian mencari-cari aurat (‘aib) mereka. Karena barang siapa yang selalu mencari-cari kesalahan mereka, maka Allah akan membongkar kesalahannya, serta barang siapa yang diungkap auratnya oleh Allah, maka Dia akan memperlihatkannya (aibnya) di rumahnya.”
(IR)
