Pengertian Hakikat Secara Bahasa dan Menurut Agama Islam

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah hakikat sering kita dengar dan baca dalam percakapan sehari-hari. Meski begitu, sebagian orang belum mengetahui apa pengertian hakikat sebenarnya.
Artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian hakikat menurut bahasa dan agama Islam. Untuk penjelasan selengkapnya simak di bawah sini.
Apa Pengertian Hakikat?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hakikat memiliki dua makna, yakni:
Hakikat adalah intisari atau dasar. Contohnya, dia yang menanamkan ajaran Islam di hatiku.
Hakikat merupakan kenyataan yang sebenarnya (sesungguhnya). Misalnya, kebaikan harus dibalas dengan kebaikan.
Menurut ajaran agama Islam, secara etimologi hakikat berasal dari bahasa Arab, “haqqa” yang artinya adalah tetap. Secara harfiah, haqiqah artinya inti sesuatu, puncak atau sumber dari sesuatu.
Mengutip buku Hakikat Ilmu Tasawuf oleh Dr. H. Abd. Rahman, S.Pd.I., M.Ag, dalam konteks ilmu tasawuf, hakikat menunjukkan kebenaran esoteris yang merupakan batas-batas dari transendensi (cara berpikir hal-hal yang melampaui apa yang terlihat, yang bisa ditemukan di alam semesta) manusia dan teologis.
Dalam tingkat perjalanan spiritual, hakikat adalah syariat yang berarti kenyataan esoteris dan thariqat (jalan) sebagai tahapan esoterisme.
Dalam pengertian ini, hakikat merupakan tahapan ketiga dalam ilmu tasawuf, yakni:
Syari’at: hukum yang mengatur dalam agama Islam
Tarekat: suatu jalan atau metode dalam perjalanan spiritual menuju Allah SWT.
Hakikat: kebenaran yang esensial
Makrifat: pengetahuan yang didapatkan melalui akal. Dapat diartikan sebuah tingkatan mengenal Allah dari dekat melalui asma, sifat atau af’al-Nya.
Hakikat juga disebut “Lubb” yang artinya dalam atau saripati, atau juga dapat diartikan sebagai inti atau esensi. Menurut terminologis, hakikat adalah kemampuan seseorang dalam merasakan kedekatan dan kehadiran Allah di dalam syariat itu sehingga hakikat menjadi aspek yang penting dalam setiap amal, inti dan rahasia dari tujuan perjalanan yang ditempuh oleh seorang sufi.
Baca Juga: Pengertian dan Tujuan Hakikat Pemberdayaan Komunitas Lokal
Istilah hakikat juga disebutkan dalam firman Allah di Al Quran surat Al-Waqiah ayat 95-96, yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti:
“Sungguh, yang demikian itu adalah hakikat yang meyakinkan maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Besar.” (QS. Al-Waqiah: 96-96)
Dalam buku Ushul Fiqh Kajian Hukum Islam karya Iwan Hermawan, S.Ag., M.Pd.I., contoh hakikat adalah kata ‘kursi’, yang menurut arti sebenarnya adalah tempat untuk duduk yang memiliki sandaran dan kaki. Namun, saat ini kata ‘kursi’ diartikan sebagai kekuasaan. Meski demikian, secara hakikat ‘kursi’ adalah tempat duduk.
Berdasarkan penjelasan-penjelasan tersebut hakikat dapat diartikan sebagai kata yang menunjukkan makna yang sebenar-benarnya. Atau makna dasar dari suatu benda, kondisi atau pemikiran. Meski begitu dalam beberapa kondisi, kata hakikat digunakan untuk menunjukkan kebiasaan.
Demikian penjelasan mengenai pengertian hakikat menurut bahasa dan agama Islam, Semoga bermanfaat!
(SNS)
Frequently Asked Question Section
Apa itu Syari’at?

Apa itu Syari’at?
Syari’at: hukum yang mengatur dalam agama Islam
Apa itu Tarekat?

Apa itu Tarekat?
Tarekat: suatu jalan atau metode dalam perjalanan spiritual menuju Allah SWT.
Apa itu Makrifat?

Apa itu Makrifat?
Makrifat: pengetahuan yang didapatkan melalui akal. Dapat diartikan sebuah tingkatan mengenal Allah dari dekat melalui asma, sifat atau af’al-Nya.
