Pengertian Hidroponik, Keunggulan, dan Jenis-jenisnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hidroponik adalah salah satu metode bercocok tanam yang digemari banyak orang akhir-akhir ini. Metode hidroponik dinilai praktis karena tidak memerlukan tanah.
Metode hidroponik juga cocok dengan beragam jenis tanaman. Yuk, simak penjelasan selengkapnya mengenai hidroponik berikut ini.
Apa Itu Sistem Hidroponik?
Sistem hidroponik adalah salah satu metode menanam berbagai bentuk tanaman dengan mengandalkan media air yang telah dicampur larutan mineral dan nutrisi lainnya.
Beberapa jenis nutrisi yang dipakai untuk tanaman hidroponik adalah pupuk yang berasal dari hewani atau pupuk kimia seperti urea yang telah dilarutkan.
Meski menggunakan media air, tapi faktanya sistem hidroponik memerlukan air lebih sedikit jika dibandingkan dengan cara menanam konvensional lainnya.
Adapun beberapa jenis tanaman yang cukup sering ditanam dengan sistem hidroponik adalah tomat, timun, selada air hingga cabai.
Baca Juga: Cara Menanam Toge Hidroponik dengan Praktis
Keunggulan Hidroponik
Menurut Asnarni Lubis dalam buku Modul Biologi: Hidroponik, berikut ini beberapa keunggulan dari metode hidroponik.
Solusi terbaik untuk menyalurkan hobi bercocok tanam bagi kamu yang tidak memiliki pekarangan yang luas.
Tidak perlu menggunakan pupuk yang banyak sehingga lebih hemat.
Penggunaan air jauh lebih sedikit, karena dalam penerapannya, air adalah sumber media utama dalam menanam hidroponik.
Lingkungan budidaya tanaman jadi lebih besar karena tidak menggunakan media tanah.
Dapat ditanam di mana saja dan tidak membutuhkan pencahayaan yang banyak.
Bebas dari hama dan penyakit karena kedua hal tersebut berasal dari tanah.
Hasil tanamannya dapat dijual dengan lebih tinggi karena kualitasnya yang tinggi.
Tidak perlu lagi mencangkok tanaman.
Dapat dengan mudah mengecek akar tanaman secara rutin sehingga bisa memastikan tanaman tersebut tumbuh dengan baik atau tidak.
Dapat dikonsumsi secara keseluruhan baik akar, buah, maupun batangnya karena bebas dari hama.
Proses pertumbuhan dan perkembangannya lebih cepat.
Jenis-jenis Sistem Hidroponik
Ada dua jenis metode hidroponik, yakni teknik apung dan aeroponik. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.
1. Teknik Apung (Static Solution Culture)
Teknik apung ini adalah cara menanam hidroponik dengan air statis atau tidak mengalir. Akar tanaman akan terus tercelup di dalam air serta diletakkan di dalam wadah yang memiliki kandungan larutan nutrien.
Wadah yang dipakai bisa berbeda ukuran dan jenis, sesuaikan saja dengan jenis tanaman. Kemudian, wadah ditutup dengan alumunium foil, plastik, cat, maupun material lain untuk bisa menghindari sinar matahari sehingga lumut tidak akan tumbuh.
Agar larutan nutrien bisa bersirkulasi secara merata, maka diperlukan oksigen. Alat yang digunakan untuk kebutuhan ini adalah aerator yang berukuran kecil. Untuk budidaya skala besar, maka dapat menggunakan pompa bertenaga medium.
2. Aeroponik
Metode tanam aeroponik ini tidak memerlukan media apapun untuk menanam serta akarnya menggantung di udara. Namun akar pada tumbuhan ini perlu dibasahi secara berkala menggunakan butiran-butiran larutan nutrien yang teksturnya sangat halus seperti sebuah kabut.
Teknik aeroponik ini sudah terbukti berhasil dilakukan untuk benih kentang, produksi tomat, tanaman daun-daunan, serta perkecambahan biji.
Kelebihan metode ini adalah tidak merusak jaringan akar pada tanaman, sehingga sebuah tanaman ini bisa dipanen hingga beberapa kali.
(DEL)
