Konten dari Pengguna

Pengertian Iman, Islam, dan Ihsan, beserta Contohnya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian Iman, Islam, dan Ihsan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian Iman, Islam, dan Ihsan. Foto: Pexels

Iman, Islam, dan Ihsan adalah tiga konsep penting dalam agama Islam yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Ketiganya membentuk segitiga sama sisi yang menjadi kerangka dasar ajaran Islam.

Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian Iman, Islam, dan Ihsan, serta memberikan contoh-contoh yang dapat membantu memahaminya.

Pengertian Iman, Islam, dan Ihsan

Mengutip dari laman Universitas Islam An Nur Lampung, Iman adalah keyakinan yang menjadi dasar akidah. Kata "Iman" berasal dari Bahasa Arab yang memiliki beberapa arti, termasuk percaya, tunduk, tentram, dan tenang.

Secara lebih mendalam, Iman dipahami sebagai pembenaran (التصديق) dan keyakinan yang kuat terhadap ajaran agama. Iman adalah percaya dengan cara membenarkan sesuatu dalam hati, kemudian diucapkan oleh lisan, dan dikerjakan dengan amal perbuatan.

Iman tersebut meliputi enam perkara yang disebut dengan rukun iman, yaitu:

  1. Iman kepada Allah SWT

  2. Iman kepada Malaikat

  3. Iman kepada kitab-kitab Allah

  4. Iman kepada Nabi dan Rasul

  5. Iman kepada hari akhir

  6. Iman kepada takdir yang baik maupun buruk

Baca juga: Makna Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya

Pengertian Iman, Islam, dan Ihsan. Foto: Pexels

Secara etimologi, pengertian Islam memiliki makna selamat, tidak cacat, dan sejahtera. Islam juga berarti ketundukan (taslim), kepasrahan, menerima, tidak menolak, tidak membantah, dan tidak membangkang.

Islam adalah agama yang mengajarkan keselamatan dan penyerahan diri kepada kehendak Allah. Selain aspek keyakinan (iman), Islam juga mencakup perintah-perintah Allah yang harus diikuti oleh umat-Nya, yakni bersyahadat bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan rasulNya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji bila mampu.

Kemudian, Ihsan adalah upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Ini adalah tingkatan tertinggi dalam praktek keagamaan di mana seseorang melakukan perbuatan baik tidak hanya karena kewajiban, tetapi juga karena cinta kepada Allah. Ihsan melibatkan kesadaran yang mendalam akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan.

Mengutip dari laman muhammadiyah.or.id, penerapan Iman, Islam, dan Ihsan dalam kehidupan sehari-hari juga disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW:

Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“. Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “. (HR. Muslim)

Contoh Perilaku Iman, Islam, dan Ihsan

Pengertian Iman, Islam, dan Ihsan. Foto: Pexels

Contoh-contoh Iman, Islam, dan Ihsan dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa contoh:

  • Iman: Seorang muslim yang percaya bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan bahwa Muhammad SAW adalah rasul-Nya, serta percaya bahwa hari akhirat akan datang dan bahwa segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah SWT.

  • Islam: Seorang muslim yang menjalankan rukun Islam, seperti sholat lima waktu, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji jika mampu.

  • Ihsan: Seorang muslim yang selalu berusaha untuk melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya, termasuk dalam beribadah dan berakhlak. Misalnya, seorang muslim yang selalu berusaha untuk memperbaiki sholatnya agar lebih khusyuk dan memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia.

(IR)