Konten dari Pengguna

Pengertian Istiqomah dan Dalilnya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian istiqomah. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian istiqomah. Foto: Pexels

Setiap umat muslim yang memiliki pendirian dan sikap kukuh dalam menjalankan suatu ibadah disebut istiqomah. Lantas apa pengertian istiqomah dan dalilnya? Simak penjelasannya berikut ini.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istiqomah ditulis dengan istikamah, yang berarti sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.

Pengertian Istiqomah Menurut Agama Islam

Ilustrasi pengertian istiqomah. Foto: Pexels

Pengertian istiqomah dalam Islam adalah sebuah komitmen dan konsekuensi dalam bertauhid, ibadah, dan akhlak. Mengutip buku The Ring oleh Abdullah Atong, istiqomah berasal dari kata "qoom", yang berarti berdiri. Dapat diartikan, istiqomah sebagai suatu kompetensi atau kemampuan untuk mengendalikan diri sebagai wujud hijrah.

Menurut buku Ilmu Tasawuf Penguatan Mental-Spiritual dan Akhlaq oleh Dr. H. Imam Kanafi, M.Ag., istiqomah merupakan sikap teguh seseorang dalam mempertahankan keislaman dan keimanan, walaupun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan.

Sementara menurut Ibnu Hajar dalam Fathul Baari Syarh Shohih Bukhori, yaitu kiasan dari kata tamasssuk yang berarti berpegang teguh pada perintah Allah. Baik perintah untuk mengerjakan dan perintah untuk meninggalkan.

Sedangkan Ibnu Rajab Al Hambali dalam buku Tanya Jawab Islam oleh Piss KTB, menjelaskan bahwa istiqomah merupakan suatu usaha menempuh jalan agama yang lurus, tidak berpaling ke kiri dan ke kanan. Istiqomah itu berkaitan dengan pelaksanaan semua bentuk ketaatan secara lahir dan batin kepada Allah SWT.

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa istiqomah merupakan kemampuan diri untuk mengendalikan pola pikir dan bertekad untuk mencapai tujuan akhirat. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap istiqomah mampu mengubah kebiasaan dan gaya hidup menjadi lebih teratur.

Baca Juga: 5 Bacaan Doa agar Istiqomah dalam Beribadah di Jalan Allah

Dalil Mengenai Istiqomah

Ilustrasi pengertian istiqomah. Foto Pexels

Mengutip buku 40 Hadis Sikap Penuntut Ilmu karangan Edi Mawardi.MA, Rasulullah SAW menganjurkan para umatnya untuk selalu beristiqomah dalam setiap ibadah dan perbuatan baik.

Dari Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi, ia berkata: Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, katakan kepadaku di dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan bertanya kepada seorangpun setelah Anda!’ Beliau menjawab: ‘Katakanlah, ‘aku beriman’, lalu beristiqomahlah’.” (HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Dalam Al Quran surat Al Ahqaf ayat 13, seseorang yang istiqomah diibaratkan batu karang di tengah lautan yang tidak bergeser sedikit pun meskipun dihantam gelombang besar. Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian mereka tetap istiqamah tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati.

Ayat tersebut menjelaskan, seseorang yang istiqomah terbiasa menjalankan ketentuan agama, perintah, dan meninggalkan larangan Allah SWT. Mereka yang hidup istiqomah, tidak akan merasa khawatir pada diri mereka di hari kiamat karena merasa yakin Allah bakal menjamin keselamatannya.

(SNS)

Frequently Asked Question Section

Apa itu istiqomah?

chevron-down

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istiqomah ditulis dengan istikamah, adalah sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.

Apa arti istiqomah menurut agama Islam?

chevron-down

Pengertian istiqomah dalam Islam adalah sebuah komitmen dan konsekuensi dalam bertauhid, ibadah, dan akhlak.

Apa dalil istiqomah?

chevron-down

“Dari Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi, ia berkata: Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, katakan kepadaku di dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan bertanya kepada seorangpun setelah Anda!’ Beliau menjawab: ‘Katakanlah, ‘aku beriman’, lalu beristiqomahlah’.” (HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)