Pengertian Kalimat Kompleks dalam Bahasa Indonesia dan Contohnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian kalimat kompleks merujuk pada bentuk kalimat yang memperlihatkan struktur yang lebih kompleks daripada kalimat sederhana.
Dalam bahasa Indonesia, kalimat ini menggabungkan beberapa klausa atau frasa yang saling terkait secara gramatikal, menciptakan hubungan yang lebih dalam antara bagian-bagian kalimatnya.
Untuk lebih memahaminya, berikut ini penjelasan mengenai kalimat kompleks dalam bahasa Indonesia, ciri-ciri, serta contoh kalimatnya.
Pengertian Kalimat Kompleks dalam Bahasa Indonesia
Kalimat kompleks terdiri dari klausa utama dan klausa subordinatif yang saling berkaitan. Klausa utama adalah bagian utama dari kalimat yang memiliki makna utama, sementara klausa subordinatif memiliki makna yang tergantung pada klausa utama.
Dalam kalimat kompleks, klausa subordinatif seringkali berperan sebagai pelengkap informasi yang memperdalam pemahaman terhadap klausa utama.
Struktur ini memungkinkan penulisan yang lebih rinci dan terperinci, menjadikan kalimat kompleks sebagai alat penting dalam ekspresi ide yang lebih kompleks.
Kalimat kompleks juga ditandai dengan rumus S-P + S-P, yakni terdapat konjungsi yang menjelaskan kalimat tersebut, seperti "dan", "lagi", "atau", "melainkan", "bahkan", dan "sebagainya".
Baca juga: Penjelasan Salah Satu Unsur Intrinsik Cerpen, Genre, dan Fungsinya
Ciri-Ciri Kalimat Kompleks
Adanya klausa subordinatif: Ciri utama dari kalimat kompleks adalah keberadaan klausa subordinatif yang terkait dengan klausa utama.
Klausa subordinatif bergantung pada klausa utama: Arti dari klausa subordinatif bergantung pada klausa utama yakni, klausa ini tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat utuh karena kebutuhannya terhadap klausa utama.
Kombinasi frasa atau klausa: Kalimat kompleks dapat terdiri dari kombinasi frasa atau klausa yang mengandung subjek, predikat, dan objek.
Hubungan gramatikal yang Jelas: Bagian-bagian kalimat yang saling terkait harus memiliki hubungan gramatikal yang jelas, baik secara struktural maupun makna.
Kata hubung: Kata hubung atau konjungsi digunakan untuk menggabungkan klausa dalam kalimat kompleks, seperti "dan", "lagi", "atau", "melainkan", "bahkan", dan "sebagainya".
Contoh Kalimat Kompleks
1. Ketika hujan turun dengan deras, anak-anak berlarian menuju rumah agar tidak kehujanan.
Klausa Utama: "Anak-anak berlarian menuju rumah."
Klausa Subordinatif: "Ketika hujan turun dengan deras."
Klausa subordinatif "ketika hujan turun dengan deras" memberikan informasi tambahan tentang situasi yang memicu aksi anak-anak berlarian ke rumah.
2. Meskipun dia sangat lelah setelah bekerja seharian, ia tetap membantu ibunya memasak makan malam.
Klausa Utama: "Ia tetap membantu ibunya memasak makan malam."
Klausa Subordinatif: "Meskipun dia sangat lelah setelah bekerja seharian."
Klausa subordinatif "meskipun dia sangat lelah setelah bekerja seharian" memberikan informasi kontras terhadap tindakan yang dilakukan, yaitu membantu ibunya memasak meskipun dalam keadaan lelah.
Kalimat kompleks memberikan kerangka yang lebih kompleks dalam menyampaikan informasi, memperkaya struktur kalimat dengan menyatukan ide-ide yang saling terkait.
