Pengertian Kalimat Utama, Ciri-ciri, dan Jenisnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian kalimat utama adalah kalimat yang berisi gagasan utama dalam sebuah bacaan. Jika ingin memahami maksud penulis dalam sebuah paragraf, kamu bisa melihat kalimat utamanya saja.
Di bawah ini akan dijelaskan lebih jauh mengenai kalimat utama. Yuk, simak agar makin paham.
Apa Itu Kalimat Utama?
Kalimat utama adalah kalimat yang mempunyai gagasan pokok, ide pokok, pikiran pokok, ataupun ide utama pada satu paragraf. Jika tidak ada kalimat utama, maka isi paragraf menjadi tidak padu.
Kalimat utama selalu diikuti dengan kalimat penjelas yang berfungsi menjelaskan secara detail gagasan utama.
Baca Juga: 4 Cara Menemukan Gagasan Utama dalam Bacaan
Ciri-ciri Kalimat Utama
Untuk mengenali kalimat utama, kamu bisa mengetahuinya dengan memahami ciri-cirinya berikut ini.
Kalimat lengkap yang berdiri sendiri.
Mengandung permasalahan potensial untuk dirinci atau diuraikan lebih lanjut.
Mempunyai arti yang jelas tanpa perlu dihubungkan dalam kalimat lain.
Dapat dibentuk tanpa kata sambung atau frasa transisi.
Jenis-jenis Kalimat Utama
Kalimat utama dapat dibagi menjadi tiga jenis. Adapun jenis-jenis kalimat utama yang harus diketahui adalah sebagai berikut.
1. Kalimat Utama Paragraf Deduktif
Paragraf yang kalimat utama yang berisi gagasan pokoknya terletak di awal paragraf dan diikuti oleh kalimat-kalimat penjelas. Contohnya:
Sayur bayam bermanfaat bagi tubuh kita. Sayuran tersebut mudah ditemui di pasar tradisional, supermarket, bahkan dapat ditanam sendiri. Bayam mengandung banyak nutrisi dan mineral zat besi. Sehingga sayur bayam baik untuk penderita anemia.
Kalimat utama dalam paragraf di atas adalah "Sayur bayam bermanfaat bagi tubuh kita."
2. Kalimat Utama Paragraf Induktif
Paragraf yang kalimat utama yang berisi gagasan pokoknya terletak di akhir paragraf. Terdapat pola sebab akibat, pola ulasan, dan pola perumpamaan. Contohnya:
Bagi warga Jakarta, membuang sampah senaknya ke sungai sudah jadi kebiasaan, bahkan tradisi sejak dulu. Padahal, kebiasaan buruk ini sudah dirasakan akibatnya hampir setiap tahun. Sampah-sampah ini bisa menyebabkan aliran sungai terhambat dan akhirnya menimbulkan banjir. Tidak heran banjir yang terjadi di Jakarta sering kali disebabkan oleh tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai.
Kalimat utama dalam paragraf di atas adalah "banjir yang terjadi di Jakarta sering kali disebabkan oleh tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai."
3. Kalimat Utama Paragraf Campuran
Dalam paragraf campuran, kalimat utamanya bersifat penegasan kembali dengan susunan kalimat yang agak berbeda. Paragraf ini perpaduan dari paragraf deduktif-induktif sehingga polanya adalah umum-khusus-umum. Contohnya:
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.
Kalimat utama dalam paragraf di atas ada dua, yakni:
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi.
Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.
(DEL)
