Konten dari Pengguna

Pengertian Kata Baku, Ciri-ciri, dan Fungsinya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengertian Kata Baku. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengertian Kata Baku. Foto: Pexels.

Dalam bahasa Indonesia, pengucapan kata-kata terbagi atas dua jenis, yakni kata baku dan kata tidak baku. Lantas, apa pengertian kata baku?

Kata baku merujuk pada perkataan-perkataan yang telah diatur sesuai dengan standar yang ditentukan. Kata baku biasanya digunakan dalam konteks resmi, seperti pendidikan, pekerjaan, penulisan teks resmi, dan sebagainya.

Agar dapat memahami mengenai kata baku lebih lanjut, simak pengertian, ciri-ciri, serta fungsinya berikut ini.

Memahami Pengertian Kata Baku

Ilustrasi Pengertian Kata Baku. Foto: Pexels.

Mengutip buku Mandiri Belajar Tematik SD/MI Kelas 6 Semester 1 oleh Desi Damayanti dkk, kata baku merupakan kata yang digunakan sesuai dengan kaidah atau pedoman bahasa yang sudah ditentukan.

Kata baku dan tidak baku sendiri telah diatur dan memiliki standar yang tertera dalam beberapa sumber berikut, di antaranya meliputi:

  • Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI);

  • Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia;

  • Pedoman Ejaan yang Disempurnakan;

  • Pedoman Umum Pembentukan Istilah.

Biasanya, kata baku digunakan untuk penulisan ataupun pengungkapan kata-kata yang bersifat resmi, baik dalam suatu tulisan atau dalam pengungkapan kata. Umumnya, kata baku digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan sebelumnya.

Penggunaan ragam bahasa baku sebenarnya berkaitan dengan situasi dan kondisi pemakaiannya. Kata baku biasanya digunakan dalam berbagai kegiatan formal, seperti acara seminar, acara institusi negara, kegiatan kantor, pidato, karya ilmiah, jurnal, dan lainnya.

Suatu kata akan dianggap tidak baku apabila kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Ketidakbakuan bahasa itu tidak akan hanya mengakibatkan salah penulisan, melainkan juga pengucapan sehingga akan menyebabkan penyusunan kalimat yang tidak tepat pula.

Supaya lebih memahami mengenainya, simak contoh kata baku berikut ini.

  • Analisis (baku) – Analisa (tidak baku)

  • Bus (baku) – Bis (tidak baku)

  • Cokelat (baku) – Coklat (tidak baku)

  • Cabai (baku) – Cabe (tidak baku)

  • Izin (baku) – Ijin (tidak baku)

  • Ijazah (baku) – Ijasah (tidak baku), dsb.

Kata baku dapat ditandai dengan beberapa ciri. Apa saja? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Perbedaan Kata Baku dan Tidak Baku Lengkap dengan Contohnya

Ciri-ciri Kata Baku

Ilustrasi Pengertian Kata Baku. Foto: Pexels.

Dikutip buku Cerdas Berbahasa Indonesia Sesuai EYD oleh Drs. Mustakim, M.Hum., Laila Febrina, S.Hum., ciri-ciri kata baku adalah sebagai berikut:

  • Tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah.

  • Tidak dipengaruhi oleh bahasa asing

  • Tidak menimbulkan kerancuan.

  • Tidak menimbulkan pleonasme.

  • Tidak menimbulkan hiperkorek.

  • Bukan bahasa pasar.

  • Memakai imbuhan secara eksplisit.

  • Pemakaiannya sesuai dengan konteks kalimat.

Fungsi Kata Baku

Ilustrasi Pengertian Kata Baku. Foto: Pexels.

Merujuk buku Pedoman Kata Baku dan Tidak Baku oleh Dini Fitri, fungsi kata baku ada empat macam, yaitu:

  • Pemersatu, bahasa baku dapat mempersatukan sekelompok orang dari berbagai suku dan daerah yang berbeda menjadi satu kesatuan dalam berbahasa.

  • Pemberian kekhasan, pemakaian bahasa baku mampu menjadi pembeda dengan masyarakat yang menggunakan bahasa lainnya.

  • Pembawa kewibawaan, menggunakan bahasa baku dapat memperlihatkan kewibawaan pemakainya.

  • Kerangka Acuan, bahasa baru bisa menjadi tolak ukur bagi benar atau tidaknya pemakaian bahasa seseorang.

(SNS)