Pengertian Koloid, Sifat-sifat, dan Jenis-jenisnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penasaran apa pengertian koloid? Secara umum, koloid merupakan campuran dua atau lebih zat yang bersifat heterogen. Adapun contoh sistem koloid yang sering kita temui adalah percampuran telur dan minyak, kemudian menjadi mayones.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), koloid adalah zat yang berpencar dalam zat pelarut sebagai butiran yang lebih besar daripada molekul, tetapi tidak dapat dilihat dengan mata (harus menggunakann mikroskop).
Untuk memahami mengenai koloid lebih lanjut, simak pengertian dan jenis-jenisnya dalam artikel berikut ini.
Pengertian Koloid
Mengutip buku Buku Cerdas Kimia SMA Kelas 1, 2, dan 3 oleh Siti Nurhayati S. Pd, pengertian koloid yaitu campuran beberapa zat yang sifatnya terletak antara sifat larutan dan suspensi (suspensi kasar).
Merujuk buku Pengantar Kimia Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran oleh Drs. Damin Sumardjo, Egc, koloid atau yang disebut juga dispersi halus ialah sistem dua fase yang ketercampurannya berada di antara homogen dan heterogen, agak keruh, serta memiliki diameter partikel 107 cm sampai 10-5 cm.
Sedangkan, sistem koloid adalah suatu bentuk suspensi, saat partikel padat atau cair terdispersi dalam fase cair atau gas. Sistem koloid memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda dari sistem homogen dan heterogen yang lebih besar.
Sifat-Sifat Koloid
Menurut Siti Nurhayati S. Pd, dalam bukunya, sifat-sifat koloid adalah sebagai berikut:
1. Efek Tyndall
Efek tyndall adalah peristiwa menghamburkannya cahaya bila dipancarkan melalui sistem koloid. Dalam kehidupan sehari-hari, efek thyndall ditemu pada peristiwa, yakni:
Terlihatnya cahaya lampu kendaraan yang berdebu.
Cahaya proyektor di gedung bioskop, dsb.
2. Gerak Brown
Gerak brown merupakan gerakan dari partikel terdispensi dalam sistem koloid yang terjadi karena adanya tumbukan antar partikel tersebut. Gerakan ini bersifat acak dan tidak berhenti.
3. Elektroforesis
Elektroforesis yaitu suatu proses pengamatan imigrasi atau berpindahnya partikel-partikel dalam sistem koloid yang disebabkan oleh pengaruh medan listrik.
4. Adsorbsi
adsorbsi adalah proses penyerapan bagian permukaan benda atau ion yang dilakukan sistem koloid sehingga mempunyai muatan listrik.
5. Koagulasi
Koagulasi ialah suatu keadaan di mana partikel-partikel koloid membentuk suatu kumpulan yang lebih besar. Penggumpalan ini disebabkan oleh penambahan, zat kimia atau enzim tertentu.
Baca Juga: Pahami Perbedaan Larutan Koloid dan Suspensi
Jenis-Jenis Koloid
Berikut ini adalah jenis-jenis koloid beserta contohnya dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
Sol, adalah koloid yang mengandung fase terdispersi padat. Contohnya: Gelas berwarna atau perpaduan logam dan perunggu.
Emulasi, yaitu koloid yang mengandung fase terdispersi cair Emulasi ada dua yakni padat dan cair. Contoh dari emulasi padat adalah mentega, jeli, selai, sedangkan contoh emulasi cair ialah susu, santan, minyak, mayones.
Buih, ialah koloid yang mengandung fase terdispersi gas. Contohnya: asap rokok, debu di udara, dan asap knalpot.
(SNS)
