Pengertian Kronologi, Kronik dan Sinkronik dan Contohnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian kronologi, kronik, dan sinkronik dalam Sejarah berkaitan dengan peristiwa pada waktu tertentu. Ketiganya memiliki arti yang hampir mirip, tak jarang sulit dibedakan.
Namun, kamu tidak perlu bingung lagi. Kamu cukup simak pengertian ketiganya beserta contohnya di bawah ini agar paham.
Arti Kronologi, Kronik dan Sinkronik dan Perbedaannya
Untuk memahami pengertian kronologi, kronik, dan sinkronik, kamu bisa simak penjelasan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI di bawah ini.
1. Pengertian Kronologi
Menurut KBBI, kronologi adalah sebagai urutan waktu dari berbagai kejadian atau peristiwa. Kronologi dalam lingkup sejarah bisa diartikan sebagai penentuan urutan waktu suatu kejadian di masa lampau.
Lebih jauh Encyclopaedia Britannica menjelaskan bahwa kronologi dalam sejarah digunakan sebagai sistem penanggalan.
Kronologi merupakan hal yang penting dipelajari. Kronologi bisa menghindarkan kita dari anakronisme, yaitu kerancuan waktu dalam sejarah
Dengan memahami kronologi, sejarah akan semakin mudah dipahami karena peristiwa demi peristiwanya sudah diurutkan, sehingga tercipta rangkaian yang utuh.
2. Pengertian Kronik
Kronik dalam KBBI diartikan sebagai catatan peristiwa yang diurutkan sesuai waktu kejadiannya. Sementara menurut Anggara Lutfian Putra dalam Kronik Kolonialisme di Nusantara sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis, kronik merupakan kumpulan arsip dari kategorisasi tertentu yang dikumpulkan sesuai masa atau urutan waktunya.
Kronik bermanfaat untuk menyusuri kebenaran fakta yang terjadi pada masa lalu berdasarkan tulisan, catatan, serta tuturan kisah yang pernah terjadi. Dengan begitu, kita bisa memetik pelajaran darinya.
3. Pengertian Sinkronik
Sinkronik dalam KBBI diambil dari kata 'sinkronis', yakni segala sesuatu yang berkaitan dengan peristiwa dalam suatu masa terbatas.
Sinkronik dalam sejarah diartikan sebagai aktivitas pembelajaran peristiwa sejarah di masa tertentu secara lebih mendalam. Cara berpikir sinkronik dalam mempelajari sejarah yaitu meluas dalam ruang dan terbatas dalam waktu.
Baca Juga: Pengertian Sejarah Menurut Herodotus dan Definisi Lainnya
Dari penjelasan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perbedaan antara kronologi, kronik, dan sinkronik adalah sebagai berikut:
Kronologi adalah urutan waktu dari sebuah peristiwa bersejarah.
Kronik merupakan catatan peristiwa bersejarah sesuai urutan waktu kejadian dan berfokus pada waktu kejadian.
Sinkronik peristiwa bersejarah yang terjadi pada masa tertentu dan berfokus pada kajian peristiwa yang hanya terjadi pada waktu tertentu saja.
Contoh Kronologi, Kronik dan Sinkronik
Berikut contoh cara berpikir kronologi, kronik, dan sinkronik agar kamu semakin paham.
1. Contoh Kronologi
Contoh cara berpikir kronologi adalah uraian kronologis pembentukan pemerintahan demokrasi liberal sampai adanya Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959.
Pada catatan sejarah ada 7 kali pergantian kabinet sekitar tahun 1950 hingga 1959. Berikut adalah catatan pergantian kabinet pada tahun tersebut.
Kabinet Natsir dari tanggal 6 September 1950 hingga 21 Maret 1951
Kabinet Sukiman dari tanggal 27 April 1951 hingga 3 April 1952
Kabinet Wilopo dari tanggal 3 April 1952 hingga 3 Juli 1953
Kabinet Ali Sastroamidjojo dari tanggal 31 Juli 1953 hingga 12 Agustus 1955
Kabinet Burhanuddin Harahap dari tanggal 12 Agustus 1955 hingga 3 Maret 1956
Kabinet Ali II dari tanggal 20 Maret 1956 hingga 4 Maret 1957
Kabinet Djuanda dari tanggal 9 April 1957 hingga 5 Juli 1959
2. Contoh Kronik
Contoh cara berpikir kronik adalah catatan perjalanan Fa Hien ke Tarumanegara dan kisah perjalanan I-tsing dari Cina ke India melalui Sriwijaya.
3. Contoh Sinkronik
Mengutip dari buku Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas X karya Windriati, S.Pd, contoh cara berpikir sinkronik adalah menggambarkan keadaan ekonomi Indonesia dengan menganalisis struktur dan fungsi ekonomi hanya pada keadaan dan saat tertentu.
Nah, itulah penjelasan mengenai kronologi, kronik, dan sinkronik. Semoga penjelasan di atas bermanfaat, ya!
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Apa contoh berpikir kronologi?

Apa contoh berpikir kronologi?
Contoh cara berpikir kronologi adalah uraian kronologis pembentukan pemerintahan demokrasi liberal sampai adanya Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959.
Apa contoh berpikir kronik?

Apa contoh berpikir kronik?
Contoh cara berpikir kronik adalah catatan perjalanan Fa Hien ke Tarumanegara dan kisah perjalanan I-tsing dari Cina ke India melalui Sriwijaya.
Apa contoh berpikir sinkronik?

Apa contoh berpikir sinkronik?
Mengutip dari buku Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas X karya Windriati, S.Pd, contoh cara berpikir sinkronik adalah menggambarkan keadaan ekonomi Indonesia dengan menganalisis struktur dan fungsi ekonomi hanya pada keadaan dan saat tertentu.
