Konten dari Pengguna

Pengertian Kronologi, Kronik dan Sinkronik dan Contohnya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian Kronologi, Kronik dan Sinkronik. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian Kronologi, Kronik dan Sinkronik. Foto: Unsplash

Pengertian kronologi, kronik, dan sinkronik dalam Sejarah berkaitan dengan peristiwa pada waktu tertentu. Ketiganya memiliki arti yang hampir mirip, tak jarang sulit dibedakan.

Namun, kamu tidak perlu bingung lagi. Kamu cukup simak pengertian ketiganya beserta contohnya di bawah ini agar paham.

Arti Kronologi, Kronik dan Sinkronik dan Perbedaannya

Arti Kronologi, Kronik dan Sinkronik Menurut KBBI. Foto: Unsplash

Untuk memahami pengertian kronologi, kronik, dan sinkronik, kamu bisa simak penjelasan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI di bawah ini.

1. Pengertian Kronologi

Menurut KBBI, kronologi adalah sebagai urutan waktu dari berbagai kejadian atau peristiwa. Kronologi dalam lingkup sejarah bisa diartikan sebagai penentuan urutan waktu suatu kejadian di masa lampau.

Lebih jauh Encyclopaedia Britannica menjelaskan bahwa kronologi dalam sejarah digunakan sebagai sistem penanggalan.

Kronologi merupakan hal yang penting dipelajari. Kronologi bisa menghindarkan kita dari anakronisme, yaitu kerancuan waktu dalam sejarah

Dengan memahami kronologi, sejarah akan semakin mudah dipahami karena peristiwa demi peristiwanya sudah diurutkan, sehingga tercipta rangkaian yang utuh.

2. Pengertian Kronik

Kronik dalam KBBI diartikan sebagai catatan peristiwa yang diurutkan sesuai waktu kejadiannya. Sementara menurut Anggara Lutfian Putra dalam Kronik Kolonialisme di Nusantara sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis, kronik merupakan kumpulan arsip dari kategorisasi tertentu yang dikumpulkan sesuai masa atau urutan waktunya.

Kronik bermanfaat untuk menyusuri kebenaran fakta yang terjadi pada masa lalu berdasarkan tulisan, catatan, serta tuturan kisah yang pernah terjadi. Dengan begitu, kita bisa memetik pelajaran darinya.

3. Pengertian Sinkronik

Sinkronik dalam KBBI diambil dari kata 'sinkronis', yakni segala sesuatu yang berkaitan dengan peristiwa dalam suatu masa terbatas.

Sinkronik dalam sejarah diartikan sebagai aktivitas pembelajaran peristiwa sejarah di masa tertentu secara lebih mendalam. Cara berpikir sinkronik dalam mempelajari sejarah yaitu meluas dalam ruang dan terbatas dalam waktu.

Baca Juga: Pengertian Sejarah Menurut Herodotus dan Definisi Lainnya

Dari penjelasan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perbedaan antara kronologi, kronik, dan sinkronik adalah sebagai berikut:

  • Kronologi adalah urutan waktu dari sebuah peristiwa bersejarah.

  • Kronik merupakan catatan peristiwa bersejarah sesuai urutan waktu kejadian dan berfokus pada waktu kejadian.

  • Sinkronik peristiwa bersejarah yang terjadi pada masa tertentu dan berfokus pada kajian peristiwa yang hanya terjadi pada waktu tertentu saja.

Contoh Kronologi, Kronik dan Sinkronik

Contoh Kronologi, Kronik dan Sinkronik. Foto: Unsplash

Berikut contoh cara berpikir kronologi, kronik, dan sinkronik agar kamu semakin paham.

1. Contoh Kronologi

Contoh cara berpikir kronologi adalah uraian kronologis pembentukan pemerintahan demokrasi liberal sampai adanya Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959.

Pada catatan sejarah ada 7 kali pergantian kabinet sekitar tahun 1950 hingga 1959. Berikut adalah catatan pergantian kabinet pada tahun tersebut.

  • Kabinet Natsir dari tanggal 6 September 1950 hingga 21 Maret 1951

  • Kabinet Sukiman dari tanggal 27 April 1951 hingga 3 April 1952

  • Kabinet Wilopo dari tanggal 3 April 1952 hingga 3 Juli 1953

  • Kabinet Ali Sastroamidjojo dari tanggal 31 Juli 1953 hingga 12 Agustus 1955

  • Kabinet Burhanuddin Harahap dari tanggal 12 Agustus 1955 hingga 3 Maret 1956

  • Kabinet Ali II dari tanggal 20 Maret 1956 hingga 4 Maret 1957

  • Kabinet Djuanda dari tanggal 9 April 1957 hingga 5 Juli 1959

2. Contoh Kronik

Contoh cara berpikir kronik adalah catatan perjalanan Fa Hien ke Tarumanegara dan kisah perjalanan I-tsing dari Cina ke India melalui Sriwijaya.

3. Contoh Sinkronik

Mengutip dari buku Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas X karya Windriati, S.Pd, contoh cara berpikir sinkronik adalah menggambarkan keadaan ekonomi Indonesia dengan menganalisis struktur dan fungsi ekonomi hanya pada keadaan dan saat tertentu.

Nah, itulah penjelasan mengenai kronologi, kronik, dan sinkronik. Semoga penjelasan di atas bermanfaat, ya!

(DEL)

Frequently Asked Question Section

Apa contoh berpikir kronologi?
chevron-down

Contoh cara berpikir kronologi adalah uraian kronologis pembentukan pemerintahan demokrasi liberal sampai adanya Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959.

Apa contoh berpikir kronik?
chevron-down

Contoh cara berpikir kronik adalah catatan perjalanan Fa Hien ke Tarumanegara dan kisah perjalanan I-tsing dari Cina ke India melalui Sriwijaya.

Apa contoh berpikir sinkronik?
chevron-down

Mengutip dari buku Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas X karya Windriati, S.Pd, contoh cara berpikir sinkronik adalah menggambarkan keadaan ekonomi Indonesia dengan menganalisis struktur dan fungsi ekonomi hanya pada keadaan dan saat tertentu.