Konten dari Pengguna

Pengertian Lembaga Agama, Ciri-ciri, Fungsi, dan Contohnya

Pengertian dan Istilah

Pengertian dan Istilah

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian Lembaga Agama. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian Lembaga Agama. Foto: Unsplash

Dalam negara, untuk mengatur hubungan manusia dengan penciptanya, dibentuklah lembaga agama. Namun, apakah kamu sudah memahami pengertian lembaga agama?

Di bawah ini dijelaskan mengenai pengertian lembaga agama secara lengkap. Yuk, simak agar makin paham!

Apa Itu Lembaga Agama?

Apa itu Lembaga Agama. Foto: Unsplash

Mengutip buku Sosiologi: Memahami dan Mengkaji Masyarakat (2007) oleh Janu Murdiyatmoko, lembaga agama merujuk pada organisasi atau badan yang didirikan untuk mengatur, menjalankan, dan mempromosikan kegiatan keagamaan.

Sementara dalam buku Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan (2010) karya J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto, lembaga agama merupakan seperangkat aturan yang mengatur hubungan antara manusia dengan dunia ghaib, khusunya dengan Tuhannya.

Adapun pengertian lembaga agama menurut ahli adalah sebagai berikut:

  • Menurut Emile Durkheim, lembaga agama adalah suatu sistem kepercayaan dalam institusi sosial yang senantiasa memberikan regulasi dalam tingkah laku sehingga berhubungan dengan hal-hal yang dianggap sakral dan dilarang.

  • Menurut Robert Maclver dan C.H. Page, lembaga agama adalah bagian institusi sosial yang memberikan sebuah langkah atau tata cara yang diciptakan untuk membuat segala peraturan hubungan antar manusia dengan tuhannya bisa terwujud dengan baik.

Dari banyaknya pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa lembaga agama adalah institut sosial yang mengatur kegiatan keagamaan masyarakat.

Ciri-ciri Lembaga Agama

Ciri-ciri Lembaga Agama. Foto: Unsplash

Lembaga agama memiliki beberapa ciri yang membuatnya dengan mudah diidentifikasi, berikut cirinya:

  1. Merupakan sistem keyakinan.

  2. Merupakan perwujudan sesuatu yang diyakini sebagai hal gaib.

  3. Menjadi pendorong, penggerak, dan pengendalikan perilaku menyimpang yang terjadi.

  4. Mempersatukan umat beragama.

  5. Bertujuan memuliakan umatnya dengan ajaran yang sudah dijadikan ketetapan.

Fungsi Lembaga Agama

Fungsi Lembaga Agama. Foto: Unsplash

Dikutip dari buku Pengantar Ringkas Sosiologi: Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial (2020) karya Elly M. Setiadi, berikut fungsi lembaga agama.

1. Fungsi Nyata (Manifest)

Fungsi nyata lembaga agama berhubungan dengan segi-segi doktrin, ritual, dan aturan perilaku dalam agama. Selain itu, lembaga agama juga berfungsi untuk membujuk manusia agar melaksanakan ritus agama, bersama-sama menerapkan ajaran agama, dan menjalankan kegiatan yang telah diperintahkan oleh agama.

2. Fungsi Tersembunyi (Latent)

Fungsi tersembunyi lembaga agama adalah menawarkan kehangatan bergaul, meningkatkan mobilitas sosial, mendorong terciptanya stratifikasi sosial, dan mengembangkan seperangkat nilai ekonomi.

Contoh stratifikasi sosial yang diciptakan lembaga agama adalah sistem strata sosial dalam bentuk kekastaan yang ada pada agama Hindu.

Baca Juga: Fungsi Lembaga Agama dalam Dinamika Sosial Masyarakat

Contoh Lembaga Agama

Contoh Lembaga Agama. Foto: Unsplash

Contoh lembaga agama yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk umat yang beragama Islam

  2. Persekutuan gereja-gereja Indonesia (PGI) untuk umat yang beragama Kristen

  3. Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) untuk umat yang beragama Katolik

  4. Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) untuk umat yang beragama Hindu

  5. Perwakilan Umat Budha Indonesia (WALUBI) untuk umat yang beragama Budha

  6. Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia (MATAKIN) untuk umat yang beragama Konghuchu

(DEL)