Pengertian Nada dan Jenis-jenisnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nada adalah bagian yang tak terpisah dari musik. Namun, pengertian nada sebenarnya apa? Istilah nada dalam dunia musik juga dikenal dengan kata tone.
Seperti yang sudah diketahui, hampir semua alat musik memiliki nada. Contohnya gitar, piano, seruling, harmonika, dan masih banyak lagi.
Kalau kamu penasaran dengan bagian krusial dari musik ini, simak penjelasan selengkapnya di bawah, ya!
Apa Itu Nada?
Pengertian nada adalah bunyi dengan bentuk frekuensi tunggal serta normal. Dikutip dari E-Modul Seni Budaya, antara nada satu dengan yang lain memiliki jarak yang tertentu, yang disebut interval.
Interval atau jarak antar nada bisa 1/2, 1, 1 1/2, dan 2. Interval ini pula yang menentukan kemungkinan antara variasi nada serta jenis tangga nada.
Agar makin memahami apa itu nada, simak definisinya menurut para ahli berikut ini.
Menurut Sylado, nada merupakan wujud nyata dari waktu yang ada dalam kehidupan, serta kumpulan dari suatu ilusi dan alunan suara yang bisa menciptakan efek pada pemikiran serta perasaan.
Menurut Banoe, nada adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu muse yang berarti dewa. Nada menjadi sebuah cabang seni yang bisa mengatur bermacam jenis rangkaian suara, serta dapat dimengerti dan dipahami umat manusia.
Menurut Jamalus, nada merupakan cabang seni berupa suara dan mempunyai komposisi, sehingga dapat menghasilkan ungkapan pemikiran dalam perasaan dari sang penciptanya.
Jenis-jenis Nada
Berikut jenis-jenis nada dalam sebuah musik yang wajib kamu ketahui.
1. Nada Minor
Tangga nada minor merupakan salah satu bagian dari tangga nada diatonik, yakni tangga nada yang terdiri dari 8 not.
Secara umum, interval pada tangga nada minor tersusun atas selang not berurutan. Misalnya 1-1/2-1-1-1/2-1-1.
Nada minor memiliki ciri-ciri nada yang kurang bersemangat dan bersifat sedih, karena nadanya diawali dan diakhiri dengan kunci A.
Contoh lagu yang menggunakan jenis nada minor adalah Indonesia Pusaka, Mengheningkan Cipta, atau Kasih Ibu.
2. Nada Mayor
Sama seperti nada minor, nada mayor juga termasuk dalam tangga nada diantonis. Umumnya, jenis nada ini tersusun dari 8 not. Interval antara not yang berurutan dalam skala mayor adalah 1-1-1/2-1-1-1-1/2.
Berbeda dengan jenis nada minor, nada mayor akan dimulai dari do dan diakhiri juga di nada do. Makanya, lagu dengan nada mayor cenderung bersemangat dan menggebu-gebu.
Contoh lagu yang memakai tangga nada mayor adalah Maju Tak Gentar karya Cornel Simanjuntak.
3. Kromatik dan Mol
Jenis nada kromatik akan terjadi jika nada dasar mengalami kenaikan 1 atau ½ nada. Jika terjadi penurunan 1 atau ½ nada, maka namanya teknik mol. Biasanya, pada jenis nada ini setiap bagiannya memiliki tempo yang harus dipatuhi.
Itulah pengertian nada dan jenis-jenisnya. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Apa ciri-ciri nada minor?

Apa ciri-ciri nada minor?
Nada minor memiliki ciri-ciri nada yang kurang bersemangat dan bersifat sedih, karena nadanya diawali dan diakhiri dengan kunci A.
Apa ciri-ciri nada mayor?

Apa ciri-ciri nada mayor?
Berbeda dengan jenis nada minor, nada mayor akan dimulai dari do dan diakhiri juga di nada do. Makanya, lagu dengan nada mayor cenderung bersemangat dan menggebu-gebu.
Apa maksud nada kromatik?

Apa maksud nada kromatik?
Jenis nada kromatik akan terjadi jika nada dasar mengalami kenaikan 1 atau ½ nada.
