Pengertian Offside dan Aturannya dalam Sepak Bola

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian offside jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti luar posisi. Offside merupakan salah satu aturan sepak bola, yang terkodifikasi dalam suatu Hukum ke-11 dari Laws of the Game oleh Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional (International Football Association Board (IFAB)).
Offside sendiri mengadopsi istilah militer, yaitu "off the strength of your side", artinya pemain yang dibebastugaskan atau terlepas dari permainan. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Offside?
Secara umum offside dalam permainan sepak bola dapat diartikan sebagai situasi di mana posisi penyerang berada di belakang pemain bertahan lawan saat umpan diberikan oleh rekan satu tim.
Biasanya, kondisi ini kerap terjadi ketika seorang striker hanya fokus dengan posisi bola dan melupakan posisinya yang sudah terjebak offside.
Pada dasarnya pemain sepak bola "tidak boleh berada secara pasif dalam area lapangan lawan untuk menyerang, meski diizinkan bermain secara pasif di area lapangan sesama untuk bertahan".
Jika terjadi offside, hakim garis akan mengangkat bendera kemudian menurunkannya sampai sejajar dengan dada. Lalu, wasit akan meniup peluit dan memberi tendangan bebas tidak langsung pada tim lawan.
Baca Juga: Gerakan yang Paling Dominan dalam Permainan Sepak Bola, Apa Itu?
Aturan Offside
Aturan offside disepakati English Football Association (FA) sejak tahun 1863. Aturannya adalah pemain penyerang dilarang untuk berada di depan bola saat bola ditendang ke depan.
Peraturan offside ini pun terus diperbarui. Offside dalam sepak bola sendiri ada aturannya dalam Hukum 11 Laws of the Game. Pemain akan dinyatakan dalam posisi offside apabila:
Setiap bagian tubuh pemain dari kepala, badan, atau kaki ada di area lawan (dengan batasnya yaitu garis tengah lapangan).
Setiap bagian dari kepala, badan atau kaki pemain berada di posisi mendahului pemain bertahan lawan.
Tangan dan lengan semua pemain, termasuk juga penjaga gawang, tidak diperhitungkan. Batas bagian tubuh yang masuk ke perhitungan posisi offside yaitu di atas lengan yang sejajar dengan bagian bawah ketiak.
Seorang pemain menyerang lebih dekat garis gawang tim lawan dibandingkan bola dan pemain kedua terakhir adalah lawan.
Selain itu, kondisi yang bisa membuat atlet dinyatakan offside yaitu ketika bola disentuh atau dimainkan oleh rekan setimnya, ia terlihat aktif pada permainan dengan:
Mengganggu jalannya permainan dengan memainkan atau menyentuh bola yang dioper rekan satu tim.
Mengganggu atau menghalangi lawan.
Membuat tindakan yang jelas berdampak pada kemampuan lawan dalam memainkan bola.
Memperoleh keuntungan saat berada di posisi tersebut.
Namun, pemain tidak dalam situasi offside apabila:
Sejajar dengan pemain kedua terakhir tim lawan atau dua pemain terakhir lawan.
Pemain berada di areanya sendiri.
Pemain yang berada dalam posisi offside tidak bergerak sama sekali. Permainan akan tetap berjalan saat yang merespons datangnya bola adalah rekan satu timnya yang tidak berada dalam posisi offside.
(DEL)
