Pengertian Operation System, Sejarah, dan Fungsinya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian operation system atau operating system (OS) adalah program yang mengelola semua program aplikasi lain di komputer. Operating system adalah hal yang sangat penting di komputer.
Tanpa operating system, kamu tidak dapat mengoperasikan komputer. Yuk, simak penjelasan selengkapnya mengenai operating system di bawah ini.
Apa yang Dimaksud dengan Operation System?
Dalam e-book Sistem Operasi yang ditulis Abas Ali Pangera dan Dony Ariyus, dijelaskan pengertian operation system adalah suatu penghubung antara pengguna mesin dengan perangkat yang dimiliki oleh mesin tersebut.
Sementara menurut Computer Hope, operating system adalah perangkat lunak (software) yang dipasangkan pada hard drive sebuah komputer, sehingga hardware dapat berkomunikasi dan bekerja dengan software di dalam perangkat tersebut.
Baca Juga: Cara Kerja Sistem Operasi di Komputer dan Ponsel
Sejarah Singkat Operation System
Dirangkum dari Classic Operating Systems oleh Per Brinch Hansen (2020), berikut adalah sejarah singkat perkembangan sistem operasi.
1. Era Awal (1945-1955)
Pada era ini, komputer masih menggunakan sistem operasi sederhana. Pengoperasian mesin dilakukan melalui pengaturan fisik dan pemrograman langsung pada level perangkat keras.
Contohnya ENIAC, komputer elektronik pertama yang dikembangkan oleh pemerintah Amerika Serikat pada tahun 1940-an.
2. Sistem Batch (1955-1965)
Pada era ini, penggunaan sistem batch pada komputer menjadi populer. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk mengirimkan tugas-tugas secara berkelompok dan menjalankannya secara otomatis.
Contoh sistem operasi yang muncul pada era ini adalah Fortran Monitor System dan IBM's IBSYS.
3. Sistem Time-Sharing (1965-1970-an)
Era ini ditandai dengan kemunculan sistem operasi time-sharing yang memungkinkan beberapa pengguna dapat berinteraksi dengan proses yang dibuatnya secara bergantian dengan jumlah waktu yang sama.
Contoh sistem operasi pada era ini adalah CTSS (Compatible Time-Sharing System) dan Multics (Multiplexed Information and Computing Service).
4. Sistem Operasi Berbasis Mikroprosesor (1980-an)
Dengan munculnya mikroprosesor, komputer menjadi lebih friendly user dan dapat digunakan secara pribadi. Sistem operasi seperti MS-DOS (Microsoft Disk Operating System) dan Apple DOS mulai muncul.
5. Sistem Operasi Berbasis Grafis (1990-an)
Pada era ini, sistem operasi berbasis grafis menjadi dominan. Microsoft Windows dan Apple Macintosh OS merilis versi-versi yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan antarmuka grafis menggunakan ikon, jendela, dan mouse.
6. Sistem Operasi Modern (2000-an hingga Sekarang)
Perkembangan teknologi dan kebutuhan yang semakin kompleks mengarah pada sistem operasi modern yang canggih. Windows XP, Windows 7, Windows 10, macOS, dan Linux adalah beberapa contoh sistem operasi modern yang sering digunakan saat ini.
Fungsi Operation System
Berikut beberapa fungsi operation system yang mesti kamu pahami.
Mengatur waktu sebuah aplikasi yang dijalankan, seperti membagi penggunaan CPU saat aplikasi berjalan bersamaan atau memberi akses pada disk.
Berperan sebagai aplikasi dasar sebuah perangkat, dibutuhkan untuk menjalankan fungsi sebuah perangkat.
Menghubungkan hardware, seperti penyimpanan internal, mouse, speaker, dan CPU.
Loading and execution: sistem operasi akan memulai dan menjalankan suatu program.
Mengoordinasikan aplikasi dan mengalokasikan ruang untuk program atau aplikasi yang diinstal di komputer.
Mengoptimalkan kinerja sebuah perangkat keras maupun lunak, serta mengendalikan hubungan antara keduanya agar bisa saling bekerjasama dengan baik.
(DEL)
