Pengertian Pantun dan Unsurnya

Artikel yang menjelaskan pengertian dari sebuah istilah.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pengertian dan Istilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantun merupakan salah satu bentuk budaya yang lekat dengan masyarakat Indonesia, atau lebih tepatnya bangsa Melayu. Kerap digunakan dalam beberapa ajang, berikut pengertian pantun bersama dengan unsurnya
Dikutip dari Gramedia, pantun adalah salah satu bentuk dari karya sastra yang terikat dengan aturan. Pantun juga merupakan puisi lama yang sudah ada di Nusantara sejak zaman dahulu, bahkan beberapa daerah memiliki ciri khas pantunnya sendiri.
Mengenal Pengertian Pantun
Secara umum, pantun adalah bentuk pengungkapan rasa hati dan pemikiran yang khas bangsa Melayu. Pantun sendiri memiliki beberapa sifat, mulai dari multi budaya, bahasa, agama, dan ras.
Pantun pada awalnya merupakan sastra lisan, yakni sebuah karya lisan yang diucapkan secara langsung tanpa pikir panjang dan proses penyebarannya dilakukan dari mulut ke mulut. Hal ini membuat pantun tidak menyertakan nama penyusunnya, atau anonim.
Seiring berjalannya waktu, pantun kemudian banyak ditemui sebagai karya tulis, baik untuk menjadi sebuah buku atau novel maupun dimuat di media cetak.
Oleh karenanya, pantun sudah melekat dengan kebudayaan melayu. Hal ini membuat karya sastra tersebut memiliki peranan yang sangat penting, mulai dari alat pemelihara bahasa, alat pemelihara kebudayaan, melatih berpikir asosiatif dan cepat, melatih berkomunikasi, dan sebagainya.
Unsur-unsur Pantun
Pantun memiliki cirinya sendiri yang membuat karyanya menjadi “khas”, mulai dari terdiri dari empat baris, setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, dua baris pertama disebut sampiran, dua baris selanjutnya disebut isi dari pantunnya itu sendiri, dan berakhiran a-a-a-a atau a-b-a-b atau b-a-b-a.
Pantun memiliki dua unsur utama yang wajib diketahui, ini informasinya:
1. Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik dalam pantun berasal dari struktur pantun itu sendiri, yakni seperti tokoh, tema, amanat, latar, waktu, alur, dan lain sebagainya. Nah, ciri khas pantun sebagai unsur intrinsik adalah rima, yaitu pantun mempunyai akhiran yang sama sehingga menjadi daya tarik tersendiri, berikut contohnya:
Depan toko sambil melam(un),
Tiba-tiba dateng yang jualan tim(un),
Buat Eneng yang ada di tik(um),
Boleh dong Abang assalamualai(kum).
2. Unsur Ekstrinsik
Unsur Ekstrinsik merupakan unsur yang berasal dari luar struktur pantun, yang juga bisa disebut sebagai latar belakang sebuah keadaan yang menjadi alasan terbentuknya pantun. Unsur ini bisa menjadi bagian penting karena menentukan isi pantun.
Dari kedua unsur tersebut, pantun kemudian dibagi menjadi beberapa jenis sesuai tujuannya, mulai dari pantun kiasan, pantun cinta, pantun nasehat, pantun jenaka, pantun teka-teki, pantun agama, sampai pantun peribahasa.
Demikianlah informasi mengenai pengertian pantun dan unsurnya. Semoga bermanfaat.
(AA)
Frequently Asked Question Section
Apa saja ciri-ciri pantun?

Apa saja ciri-ciri pantun?
Mulai dari terdiri dari empat baris, setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, dua baris pertama disebut sampiran, dua baris selanjutnya disebut isi dari pantunnya itu sendiri, dan berakhiran a-a-a-a atau a-b-a-b atau b-a-b-a.
Apa saja fungsi pantun?

Apa saja fungsi pantun?
Mulai dari alat pemelihara bahasa, alat pemelihara kebudayaan, melatih berpikir asosiatif dan cepat, melatih berkomunikasi, dan sebagainya.
Apa saja jenis-jenis pantun?

Apa saja jenis-jenis pantun?
Mulai dari pantun kiasan, pantun cinta, pantun nasihat, pantun jenaka, pantun teka-teki, pantun agama, sampai pantun peribahasa.
